Guru itu tugasnya mendidik, memberikan pendidikan yang baik dilandasi dengan cinta dan kasih sayang, karena itu tidak ada alasan bagi guru melakukan kekerasan terhadap muridnyaMataram, (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi menyesalkan terjadinya tindak kekerasan dan penganiyaan terhadap 26 siswa di SDN 21 Cakranegara Kota Mataram oleh oknum wali kelas di sekolah tersebut.
"Guru itu tugasnya mendidik, memberikan pendidikan yang baik dilandasi dengan cinta dan kasih sayang, karena itu tidak ada alasan bagi guru melakukan kekerasan terhadap muridnya," tegas Zainul Majdi di Mataram, Kamis.
Menurut Zainul yang pernah ditetapkan menjadi gubernur termuda di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut, masih banyak cara dilakukan oleh seorang guru atau seorang pendidik dalam mendidik anak muridnya di sekolah.
"Bukan dengan cara-cara melakukan kekerasan secara brutal. Karena cara seperti itu, tidak boleh dilakukan," katanya.
Apalagi, kata gubernur, dengan mengeluarkan omongan bahwa siswa "bodoh" dihadapan para anak didik lainnya. Justru, harus dihindari dan dihilangkan. Justru seharusnya perkataan atau sugesti semacam itu, tidak boleh diucapkan.
"Sebagai seorang guru harus dapat memberikan aura dan energi yang positif kepada anak didik, karena jika mengatakan, eh kamu bodoh lebih-lebih itu diucapkan dihadapan anak didik lainnya akan membuat siswa tersebut menjadi seorang yang pemalu dan minder," kata Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).
Karena dalam mendidik siswa ada sebuah proses tidak serta merta secara instan membuat anak didik langsung menjadi pintar.
"Kalaupun ada kekurangan tingkatkan, bukan dengan cara-cara fisik ataupun kekerasan, termasuk penganiyayaan didalamnya," kata Zainul Majdi.
Oleh karena itu, tokoh muda dari kalangan ulama di NTB itu, sangat menyesalkan hal tersebut. Bahkan, diakuinya langsung memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Imhal, untuk juga memberikan arahan kepada kabupaten/kota untuk menghindari ataupun menghilangkan cara-cara kekerasan dilingkungan sekolah.
Karena bagaimana pun, ujar gubernur, dalam memberikan pendidikan terhadap anak didik disekolah paling utama, adalah cara atau metodelogi pendidikan seperti apa cara meningkatkan prestasi siswa baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
Untuk itu, kepada para pemangku pendidikan, gubernur berpesan bahwa apa yang terjadi di SDN 21 Cakranegara Kota Mataram, tidak terulang kembali dan menjadi bahan pelajaran bukan hanya guru melainkan aparatur pemerintah yang ada di daerah.
Sebelumnya, Wali Kelas III SDN 21 Cakranegara berinisial RA melakukan tindak penganiyaan terhadap 26 murid disekolah tersebut, dengan memukul, menginjak kaki, dan menampar dengan menggunakan buku pada saat jam pelajaran Bahasa Inggris, Jumat (8/8).
Akibat perbuatan tersebut, wali murid kemudian meminta klarifikasi kepada pihak sekolah, karena tidak mendapat tanggapan, para wali murid kemudian mengadukan tindakan tersebut ke Ombudsman Perwakilan NTB.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2026