Transaksi lelang jagung kali ini menyumbang kontribusi sebesar 16,28 persen dari total nilai transaksi pasar lelang V/2014 sebesar 2,28 miliarMataram, (Antara) - Pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur, memborong jagung hibrida sebanyak 130 ton senilai Rp372,5 juta di pasar lelang komoditas agro yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat, Selasa.
"Transaksi lelang jagung kali ini menyumbang kontribusi sebesar 16,28 persen dari total nilai transaksi pasar lelang V/2014 sebesar 2,28 miliar," kata Ketua Penyelenggara Pasar Lelang Komoditas Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hikayat.
Ia menyebutkan, nilai transaksi pasar lelang kali ini jauh meningkat dibandingkan pada pelaksanaan IV/2014 sebesar Rp923,5 juta.
Selain jagung, kata Hikayat, komoditas lain yang berhasil ditransaksikan adalah beras sebanyak 84 ton senilai Rp669 juta, kopi robusta sebanyak 25 ton senilai Rp352 juta, dan kuda laut sebanyak 50 kilogram senilai Rp225 juta,.
Selain itu, kapuk kupas sebanyak 50 ton senilai Rp300 juta, biji jambu mente sebanyak 20 ton senilai Rp196 juta, kelapa gelondongan sebanyak 40 ribu butir senilai Rp104 juta dan asam kupas sebanyak tiga ton senilai Rp69 juta.
"Alhamdulillah sebagian besar pembeli adalah pengusaha lokal yang rutin ikut kegiatan temu bisnis ini. Misalnya, beras dibeli oleh pengusaha dari Kabupaten Lombok Barat dari pengusaha asal Kabupaten Lombok Utara," katanya.
Hikayat menyebutkan, jumlah pengusaha yang hadir pada pasar lelang V/2014 sebanyak 69 orang, yang terdiri atas pengusaha asal Pulau Lombok 60 orang, dari Pulau Sumbawa tujuh orang dan dari Surabaya, Jawa Timur dua orang.
Kegiatan pasar lelang komoditas agro yang digelar oleh Disperindag NTB setiap bulan sebagai wadah pertemuan antara para pelaku usaha dari berbagai daerah.
Ia menjelaskan, tujuan diadakannya pasar lelang komoditas agro tersebut sebagai upaya efisiensi perdagangan dengan memperpendek rantai pemasaran dan mendukung perekonomian daerah serta membentuk harga referensi.
Dengan pasar lelang tersebut para petani juga bisa merencanakan pola tanam yang baik, sehingga harga yang akan diterima diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani.
Para petani yang ikut dalam kegiatan pasar lelang komoditas agro itu juga memperoleh manfaat berupa adanya kepastian pasar hanya dengan membawa sampel barang yang akan dijual.
Sementara manfaat untuk kalangan pengusaha, adanya kepastian untuk mendapatkan komoditas yang diinginkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
"Manfaat lain, pengusaha dapat mengatur persediaan barang sesuai dengan permintaan pasar serta harga komoditas yang dibeli bisa lebih kompetitif," ujar Hikayat.
Pewarta : Awaludin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026