Salah satu persiapan yang kita lakukan adalah memberikan pelatihan tata boga kepada 35 orang wirausaha baru yang tersebar pada enam kecamatan di Kota MataramMataram, (Antara)- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan para wirausaha baru dalam menghadapi pemberlakuan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015.
"Salah satu persiapan yang kita lakukan adalah memberikan pelatihan tata boga kepada 35 orang wirausaha baru yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Mataram," kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram Wartan di Mataram, Kamis, usai menyerahkan bantuan kepada peserta.
Dikatakannya, sebanyak 35 wirausaha baru itu sudah mengikuti pelatihan selama empat hari dirangkaikan dengan pemberian bantuan berupa peralatan olahan jajanan.
Bantuan alat untuk membuat olahan makanan yang diberikan berupa "mixer", oven dan alat membuat mi, untuk membantu meningkatkan produksi wirausaha.
Menurutnya, pemberian pelatihan tata boga itu dinilai penting sebagai upaya antisipasi terhadap pemberlakukan MEA tahun 2015. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing wirausaha baru agar ke depan dapat bersaing.
"Karena itu, para wirausaha diberikan pembekalan bagaimana membuat olahan jajanan yang menarik dan memiliki cita rasa tinggi, baik dengan menggunakan bahan lokal maupun bahan-bahan modern," ujarnya.
Akan tetapi, katanya, dalam praktiknya wirausaha baru diprioritaskan mampu menguasai pembuatan jajanan berbahan dasar lokal, dengan melakukan modifikasi dan inovasi dengan bahan-bahan modern lainya.
"Misalnya membuat `pizza` dengan menambahkan bahan lokal seperti jagung atau ubi, selain itu ada juga bolu rumput laut dan lainnya. Hal ini sekaligus sebagai promosi potensi daerah," katanya.
Wartan berharap dengan adanya upaya persiapan tersebut, tahun 2015 para wirausahan di Kota Mataram sudah mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya.
Menurutnya, sejak 2005 hingga saat ini jumlah UKM pangan olahan di Kota Mataram sekitar 629 unit, belum termasuk untuk UKM/IKM bidang sandang sekitar 153 unit, bangunan sekitar 308 unit, dan kerajinan logam 324 unit.
Terhadap keberadaan UKM itu, pihaknya terus melakukan pembinaan terutama untuk kemasan pangan olahan agar hasilnya dapat masuk ke sejumlah "outlet" pasar modern di Kota Mataram, bahkan ke luar daerah.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026