BPPD bersama Asita NTB akan menggelar promosi di Grand Millenium, Kuala Lumpur, Malaysia, mulai 9-11 Oktober 2014
Mataram,  (Antara) - Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat memprogramkan promosi pariwisata daerah di Malaysia karena adanya peluang permintaan paket perjalanan wisata dari calon wisatawan asal Negeri Jiran itu.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Taufan Rahmadi di Mataram, Rabu, mengatakan kegiatan promosi tersebut melibatkan Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTB.

"BPPD bersama Asita NTB akan menggelar promosi di Grand Millenium, Kuala Lumpur, Malaysia, mulai 9-11 Oktober 2014," katanya.

Menurut dia, Malaysia bisa jadi "ladang" wisatawan bagi Lombok-Sumbawa, NTB, dengan adanya peluang permintaan paket perjalanan wisata dari warga negara tetangga Indonesia itu.

Perjalanan ke Malaysia tentu tidak menghabiskan dana kecil, pikiran dan keringat. Oleh sebab itu, kata Taufan, misi yang harus dituntaskan adalah bagaimana mendatangkan wisatawan Malaysia ke Lombok-Sumbawa dalam tempo sesingkat-singkatnya dan dalam jumlah sebanyak-banyaknya.

Upaya itu tentu tidak mudah, namun menjadi tugas dan tanggung jawab BPPD NTB bersama segenap asosiasi pariwisata daerah.

"Terlebih, wisatawan Malaysia sangat dinanti NTB sebagai `starting point` dalam mengaplikasikan gagasan gubernur dalam rangka menjadikan NTB destinasi wisata syariah," ujarnya.

Ia menambahkan, perjalanan ke luar negeri pertama pda 2014 dalam rangka promosi pariwisata oleh BPPD NTB tidak akan disia-siakan begitu saja.

Selain menjual paket perjalanan wisata ke Lombok-Sumbawa melalui agenda "Table Top", pihaknya juga menyelipkan agenda penting lainnya.

"Kami harus, sekali lagi harus bisa membuat Nota Kesepahaman (MoU) dengan BPPD Malaysia untuk memastikan bahwa Negeri Jiran itu adalah ladang NTB meraup ringgit," ujar Taufan.

BPPD NTB, lanjutnya, tidak ingin menyia-nyiakan waktu selama berada di Malaysia. Tiap detik waktu yang ada sebisa mungkin digunakan untuk membangun kemitraan, komunikasi, dan promosi.

Menurut dia, tidak ada lagi waktu untuk bersantai. NTB sebagai daerah tujuan wisata harus terus berbenah, terlebih pasar bebas ASEAN 2015 akan segera diberlakukan.

"Kalau tidak berbenah maka NTB akan tergilas. Kami tidak mau itu terjadi. Pariwisata adalah ladang Lombok-Sumbawa selain sektor pertanian. Ini adalah `sawah` kita, jadi harus benihi, pupuk dan semai supaya hasil panennya maksimal," ucap Taufan.

Ketua Asita NTB Agus Mulyadi menambahkan, MoU yang dibangun dengan asosiasi perjalanan wisata di dalam atau luar negeri, khususnya Malaysia disiapkan menyusul program "In-flight promotion" di maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero).

NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang berhasil menjalin kemitraan dengan Garuda Indonesia untuk "Joint Promotion".

Sembilan rombongan, yang terdiri atas tujuh anggota Asita dan dua Perwakilan BPPD NTB, akan menjadi motor penggerak melakukan sejumlah agenda bisnis di Malaysia.

Dalam promosi nanti, kata dia, sekitar 40 agen perjalanan wisata dan operator perjalanan wisata Malaysia sebagai pembeli.

"Table Top" yang akan digelar di salah satu hotel di Kuala Lumpur, nantinya langsung mempertemukan penjual dan pembeli. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pihak penyedia jasa bisa berkomunikasi dan berpromosi langsung dengan calon wisatawan.

"Semua agenda sudah mantap dan kami siapkan secara terencana dan terjadwal. Sebisa mungkin dalam kesempatan itu kami akan hadirkan Director Malaysian Tourism Board Indonesian Chapter, Nor Aznan Sulaiman," katanya.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026