BUMN peduli usaha wanita prasejahtera di Lombok Timur

id PT PNM,Keluarga Sejahtera,Program PKU,BUMN, BUMN Peduli wanita Prasejahtera di Lotim,Lombok Timur

BUMN peduli usaha wanita prasejahtera di Lombok Timur

EVP Bisnis II PT PNM, Razaq Manan Ahmad, menyerahkan sertifikat kepada peserta pelatihan pengembangan kapasitas usaha di Balai Latihan Kerja (BLK) Internasional Lombok Timur, di Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-PNM)

Mataram (ANTARA) - Tiga badan usaha milik negara (BUMN) yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha wanita prasejahtera di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dalam keterangan resmi di Mataram, Jumat, kegiatan pelatihan yang diikuti sebanyak 1.000 nasabah PNM Mekar tersebut digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Internasional Lombok Timur, di Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur.

Executive Vice President (EVP) Bisnis II PT PNM, Razaq Manan Ahmad menjelaskan kegiatan pelatihan tersebut merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui program pengembangan kapasitas usaha (PKU) berupa pelatihan literasi keuangan, digital, dan usaha dengan tema "Membina ekonomi keluarga sejahtera melalui keuangan syariah.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong literasi keuangan baik secara konvensional maupun syariah, digital dan usaha, untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam daerah untuk menjadi nilai tambah yang akan bermanfaat bagi peningkatan pendapatan nasabah, agar memudahkan kegiatan pemberdayaan nasabah untuk naik kelas serta memberikan branding di setiap wilayah," katanya.

Ia mengatakan peserta mendapatkan sosialisasi yang sangat bermanfaat sehingga peserta difasilitasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, pelatihan yang diberikan adalah digitalisasi dengan memanfaatkan aplikasi PNM Digi, serta manfaat menabung di bank. Peserta juga didampingi untuk membuka tabungan Simpedes UMi, serta tabungan emas dan menjadi agen BRI Link serta mengelola keuangan secara syariah.

PNM melalui program PKU, lanjut Razaq memberikan pelatihan yang diberikan juga bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah. Tujuannya untuk mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya memiliki NIB sehingga legalitas usahanya terjamin.

"Dengan memiliki NIB, pelaku usaha dapat meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan, peluang mendapatkan pelatihan dan kesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas," ujarnya.

Baca juga: Kementerian PPPA beri perhatian serius pelaku usaha perempuan
Baca juga: Pasar murah BUMN ringankan beban tiga ribu masyarakat prasejahtera Toraja Utara


Selain itu, kata Razaq, pelatihan juga mendukung para nasabah untuk digitalisasi agar usahanya terus berkembang pesat di pasar daring dan pemasarannya semakin luas. "Harapan ke depan pelatihan ini bisa menjadi contoh serta inspirasi bagi nasabah lain," ucapnya.

Dalam kegiatan PKU Akbar, juga dilakukan pelatihan PT PNM serta menggelar bazar usaha nasabah unggulan dari 15 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya. Ada juga dukungan dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Askrindo berupa mobil pintar literasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia.