Mataram, 14/5 (ANTARA) - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  asal Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial S (27) yang diduga tertular flu babi sehingga diisolasikan, mulai stress.

   Kakak kandung S , Maemunah mengungkapkan hal itu kepada wartawan di RSU Provinsi NTB, Kamis, setelah menjenguk S di ruang isolasi menggunakan baju khusus guna mencegah kemungkinan penularan virus flu babi (H1NI).

   "Dia mulai menunjukkan sikap stress, maunya dipulangkan ke rumah, tetapi saya terus berusaha menenangkannya," ujarnya.

   Sementara itu Ketua Tim Penanganan Flu Babi RSU Provinsi NTB, dr Salim Thalib, mengatakan S masih harus menempati ruang isolasi sampai ada kepastian ia tidak tertular flu babi.

   Untuk memastikan S tertular flu babi atau tidak, para ahli medis mengambil sampel cairan dari tenggorokan dan hidungnya untuk dianalisa di laboratorium Departemen Kesehatan di Jakarta.

   Proses analisa laboratorium itu berkisar antara 3-7 hari sehingga pihak RSU Provinsi NTB masih menunggu hasilnya.

   "Sambil menunggu hasil laboratorium itu kami berikan obat antibiotik levofloxocin dan tamiflu," ujarnya.

   Pihak RSU Provinsi NTB menyambut baik kunjungan sanak keluarga S karena ikut membantu menenangkan pasien yang diduga tertular virus flu babi itu jika menunjukkan sikap stres yang berlebihan.

   Suhu tubuh pasien yang diduga tertular flu babi itu pun makin berkurang, semula mencapai 39 derajat celsius kemudian berkurang menjadi 37,4 derajat celsius dan kini berkurang lagi menjadi 36,8 derajat celsius.  
TKI asal Lombok itu menjalani perawatan khusus di ruang isolasi RSU Provinsi NTB setelah dicurigai tertular virus flu babi yang diindikasikan dengan kondisi suhu tubuhnya yang melebihi standar 37,8 derajat celsius saat tiba di Bandara Selaparang Mataram, Senin (11/5) lalu.

   Gejala flu babi pada manusia umumnya serupa dengan gejala infeksi virus avian influenza yang biasa menyerang manusia yakni demam lebih dari 37,8 derajat celcius, sakit tenggorokan batuk, pilek, sakit kepala dan nyeri.

   Tanda pengingat 'thermal scanner' yang dipasang oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di pintu masuk terminal kedatangan internasional Bandara Selaparang Mataram berbunyi ketika TKI yang baru pulang dari Pahang, Malaysia, itu tiba di bandara tersebut.

   Karena itu, pihak RSU Provinsi NTB melakukan serangkaian tes dan mengisolasikan pasien itu di ruang khusus bangsal Flamboyan nomor 237 guna mencegah kemungkinan penularan ke orang lain jika benar pasien itu tertular flu babi.

   Proses pengujiannya mencakup investigasi, "suspect" (dicurigai), "probable" (kemungkinan) dan "confirm" (konfirmasi untuk memperjelas dugaan).
(*)
 



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026