Dikpora NTB belajarkan 4.500 warga buta aksara

id Buta Aksara

Dikpora NTB belajarkan 4.500 warga buta aksara

Sejumlah warga belajar membaca saat mengikuti program pemberantasan buta aksara di Dusun Loloan, Desa Senaru, Kec. Bayan,Tanjung, Kab. Lombok Utara, NTB, (1)

Mataram (Antara NTB) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Barat akan membelajarkan sebanyak 4.500 warga buta aksara pada 2015, agar mereka bisa membaca, menulis dan berhitung.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Jumaah, di Mataram, Minggu, menyebutkan ribuan warga buta aksara yang akan dibelajarkan itu tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Masing-masing kabupaten sebanyak 1.500 orang.

"Untuk tahun ini tiga kabupaten itu dulu yang menjadi sasaran program Keaksaraan Fungsional Dasar yang didanai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.

Nilai dana yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata dia, sebesar Rp1,62 miliar, atau masing-masing warga buta aksara didanai sebesar Rp360 ribu hingga program pembelajaran tuntas.

Menurut Jumaah, warga yang menjadi sasaran program Keaksaraan Fungsional Dasar pada 2015, sebagian belum pernah dibelajarkan dan ada yang pernah dibelajarkan, namun belum mampu membaca, menulis dan berhitung karena faktor usia lanjut.

"Memang kami pernah memprogramkan pembelajaran warga buta aksara selama lima tahun (2009-2013) dalam rangka mewujudkan NTB bebas buta aksara. Namun, tentu ada yang tidak lulus karena yang dibelajarkan sebagian orang usia lanjut," ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB mengklaim sudah membelajarkan sebanyak 417.277 warga buta aksara melalui program keaksaraan fungsional sejak 2009-2013.

Dari sebanyak 417.227 orang warga penyandang buta aksara yang terdata di 2008, sebanyak 108.901 warga dibelajarkan pada 2009.

Selanjutnya, sebanyak 83.558 orang warga buta aksara dibelajarkan pada 2010, dan 163.008 orang dibelajarkan pada 2011, dan sebanyak 25.920 orang dibelajarkan pada 2012, serta 35.890 orang pada 2013.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin, mengatakan masyarakat di daerah itu masih ada yang belum bisa baca tulis meskipun sudah dibelajarkan pada program keaksaraan fungsional yang dilakukan mulai 2009-2013.

Tim BPS NTB sudah melakukan survei dengan mengambil sampel di lima dusun di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, dan menemukan masih ada warga yang belum bisa membaca dan menulis. Hasil survei itu, bahkan sudah dipresentasikan di Dikpora NTB.

Wahyudin memperkirakan masih ada warga yang buta aksara yang tersebar di 10 kabupaten/kota, meskipun sudah dibelajarkan dalam program keaksaraan fungsional pada periode pertama kepempimpinan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.

Data jumlah warga buta aksara pada 2013, sebanyak 14,81 persen dari total penduduk NTB usia 15 tahun ke atas.

"Jumlah warga buta aksara tersebut berkontribusi terhadap pembentukan indeks pembangunan manusia atau IPM NTB," katanya. (*)