Solo, 30/5 (ANTARA) - Puluhan dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Solo beserta para tenaga medis di beberapa rumah sakit Solo menggelar aksi kampanye antirokok di Bundaran Geladag Solo, Sabtu.
Aksi ini untuk menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei 2009 dan menyebarkan sekitar 1000 selebaran tentang waspada efek tembakau terhadap kesehatan, kata salah seorang peserta kampanye, Juli Purnomo, dokter spesialis paru Rumah Sakit Dr Moewardi Solo.
Dia mengatakan, Indonesia termasuk negara dengan konsumsi rokok terbanyak kelima di dunia, padahal konon katanya masih banyak keluarga yang belum dapat memberikan gizi cukup untuk anak-anaknya.
Akibat asap rokok bisa menyebabkan penyakit kanker paru, bronkhitis, emfisema, jantung koroner, stroke, dan gangguan kehamilan. Asap rokok terdapat 4.000 jenis bahan kimia dan 40 jenis di antaranya dapat menyebabkan kanker.
Akibat asap rokok ini pula, di dunia setiap detik ada orang meninggal dunia. Sementara itu di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo ada 20 orang pasien baru penderita kanker per bulan, mereka itu datang rata-rata sudah memasuki stadium lanjut dan sulit diobatai.
"Padahal biaya penderita penyakit kanker paru ini sangat mahal, seperti untuk kemo terapi sekali saja perlu dana Rp10 juta, padahal untuk penderita penyakit ini dalam pengobatannya minimal perlu 10 kali," katanya.
Untuk itu para dokter tersebut sangat setuju adanya larangan merokok kepada anak-anak atau ibu hamil. Mereka setelah melakukan aksi yang ditandai dengan membagi-bagikan selebaran mengenai bahaya merokok terus membubarkan diri dengan tertib.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026