"Kami berharap pemerintah daerah terus mempromosikan destinasi wisata guna menarik wisatawan sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat perdesaan," kata Ketua Pengelola Wisata Rangga Wulung Keramat Cokel Madrita di hadapan puluhan pelaku ekonomi kreatif di Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (22/6).
Ia mengatakan pihaknya kini merasa bersyukur karena setiap akhir pekan bisa menggulirkan perputaran uang dari wisatawan mencapai Rp70 juta untuk omzet pendapatan pelaku UMKM.
Para pelaku UMKM menjual berbagai produk aneka makanan dan minuman serta kerajinan juga suvenir yang kebanyakan hasil kerajinan warga pedesaan di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak.
Mereka pelaku UMKM itu menjual kepada wisatawan dengan harga standar dan tidak boleh mahal. Sebab, jika harga mahal dengan melebihi standar dipastikan pengunjung merasa keberatan dan dipastikan tidak akan mengunjungi lagi kawasan wisata itu.
Menurut dia, wisata Rangga Wulung Keramat Cokel di lahan adat seluas 14 hektare itu dibangun 2018 menyediakan wisata alam, seperti danau, pemancingan ikan, perkebunan, area camping ground, taman balon udara juga kolam renang untuk anak-anak.
Bahkan, destinasi wisata itu sempat gulung tikar akibat sepinya pengunjung wisatawan. Namun,berkat keuletan pengelola wisata dan adanya bantuan dari Provinsi Banten kini kembali bangkit dan menumbuhkan ekonomi masyarakat pedesaan.
Selain itu juga pihaknya kini mengembangkan wisata edukasi pertanian dan wahana outbound untuk bisa dijadikan referensi belajar ilmu perhutanan, perikanan dan pertanian. Mereka wisatawan dengan membayar tiket untuk dewasa Rp10.000 per orang dan anak -anak Rp5.000 per orang.
Baca juga: Adaro kembangkan Desa Liyu Kalsel tujuan wisata budaya
Baca juga: Lombok Barat memaksimalkan pengembangan desa wisata
Pewarta : Mansyur Suryana
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026