Mataram, 23/6 (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengembangkan pariwisata berbasis kerakyatan untuk mempercepat pembangunan pariwisata dan pedesaan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB, Drs. Lalu Gita Aryadi MSi di Mataram, Selasa, mengatakan pariwisata berbasis kerakyatan untuk mendorong wisatawan bergaul dan menginap di rumah-rumah penduduk sehingga terjalin keakraban antarmereka.
"Ke depan para wisatawan yang berkunjung ke NTB tidak hanya menginap di hotel, tetapi juga diharapkan di rumah-rumah penduduk, sehingga terjalin keakraban, sedangkan masyarakat dapat menikmati dampak positif kehadiran wisatawan tersebut," katanya.
Menurut Gita, untuk mendukung program ini perlu ada keterlibatan berbagai pihak terutama pemerintah dalam merehabilitasi rumah-rumah penduduk yang akan dijadikan sasaran agar layak huni, sehingga wisatawan tertarik menginap termasuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana cara melayani tamu dengan baik.
Ia mengatakan, langkah ini merupakan upaya mempercepat program masyarakat sadar wisata, karena dengan terjalinnya hubungan harmonis antara wisatawan dan masyarakat, mereka akan menerima wisatawan seperti keluarga sendiri," katanya.
"Saya optimistis program ini akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB, karena saat ini ada kecenderungan wisatawan kembali ke alam (back to nature), dengan menginap di perkampungan penduduk mereka akan merasakan suasana desa yang tidak dirasakan di negaranya," kata Gita.
Menurut dia, yang perlu diciptakan sekarang adalah keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan, ini merupakan kunci utama pembangunan pariwisata.
"Kalau wisatawan merasa aman dan nyaman, mereka akan betah tinggal di NTB, dan ini akan meningkatkan pengeluaran atau belanja mereka," katanya.
Menurut Gita, dalam beberapa bulan terakhir angka kunjungan wisatawan ke NTB mulai menunjukkan peningkatan cukup signifikan, ini tidak terlepas dari situasi kondusif di daerah ini.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, pada Maret 2009 jumlah tamu yang berkunjung dan menginap di hotel bintang sebanyak 16.880 orang, terdiri atas 13.821 tamu dalam negeri (81,88 persen) dan 3.059 orang tamu asing (18,12 persen).
Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 44,87 persen persen dibandingkan Februari 2009 sebanyak 11.652 orang.
Sedangkan tingkat hunian kamar hotel bintang di NTB pada Maret 2009 mencapai 35,36 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 31,65 persen.
"Tingkat hunian kamar hotel bintang di NTB pada Maret 2009 itu naik 3,71 persen," kata Kepala BPS, Mariadi Mardian.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026