60 persen PAD Lombok Utara disumbang Pariwisata

id Lombok Utara,NTB,Tiga Gili,Pariwisata NTB

Gili Trawangan.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) 60 persennya itu dari pariwisata
Mataram (Antaranews NTB) - Pelaksana Tugas Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat Mujadid Muhas mengungkapkan pariwisata masih menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan asli daerah.

"Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) 60 persennya itu dari pariwisata," katanya di Mataram, Minggu.

Ia mengatakan, dari sektor itu penyumbang terbesar diperoleh dari destinasi wisata di Gili, yakni Trawangan, Air dan Meno.

"Nah, dari 60 persen tadi, 80 persennya berada di tiga Gili. Kalau kita rata-ratakan di tiga Gili, PAD KLU bisa 40-45 persen," ungkapnya.

Setelah sektor pariwisata, lanjutnya, sumbangan PAD diperoleh di Dinas Tenaga Kerja, Perijinan Penanaman Modal dan Investasi.

"Itu pun berkutat di Gili juga. Lalu, da perhubungan, dan baru pertanian," terangnya.

Mujadid Muhas menjelaskan sejak dua tahun terakhir ?sumbangan PAD ini terus meningkat. Meskipun, terjadi penurunan persentase akibat target yang dipatok tinggi. Di mana tahun 2016 targer Rp115 miliar terealisasi Rp104 miliar atau 90 persen, tahun 2017 target Rp157 miliar terealisasi Rp121 miliar atau 77 persen, tahun 2018 target Rp200 miliar.

"Dari 2016 ke 2017, memang ada penurunan persentase karena targetnya lebih besar, tapi dari sisi jumlahnya (realisasi) meningkat. Sumbangan PAD Gili itu meliputi pajak hotel, restoran, retribusi," jelasnya.

Menurutnya, angka ini ke depan mungkin bisa terus meningkat karena KLU tak hanya punya Gili, tapi ada sejumlah destinasi menarik yang mungkin belum tereksplor seperti tiga Gili. Contohnya, di Bayan, Gumantar, dan air terjun. Di mana hampir 27 air terjun yang bisa diakses, sedangkan yang belum bisa diakses sekira 12-14 air terjun.?

"Potensinya (jumlahnya) air terjun di KLU bisa sampai 70 air terjun kalau yang air terjun kecil-kecil. Menariknya, bule-bule yang justru pada semangat mendatangi air terjun, bahkan pada air terjun yang akses jalannya belum baik," katanya.

Ia menambahkan, tingginya PAD ini tidak terlepas dari tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di KLU pada 2017 yang hampir mencapai satu juta orang.?

"Kontribusi KLU tertinggi dari kabupaten/kota lain dalam hal ini. Karena, target kunjungan wisman pada 2017 ke NTB itu kan 2 juta wisman, kita itu 900 sekian wisman, kurang sedikit hampir 1 juta wisman," tandas Mujadid. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar