Mataram (Antaranews NTB) - Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 58.000 unit rumah warga korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat yang rusak berat tuntas dalam waktu dua bulan atau hingga April 2019.

"Target kita dua bulan harus selesai 58.000 unit rumah dari total 73.000 rumah rusak berat," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman NTB I Gusti Bagus Sugihartha di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan, pembangunan 58.000 unit rumah rusak berat tersebut dikerjakan dengan melibatkan ribuan pengusaha yang tergabung dalam sejumlah organisasi, seperti Kadin, REI, Gapensi, dan Gapeksindo.

"Mereka ini akan bekerja bersama ribuan tenaga fasilitator yang diterjunkan pemerintah," ujar Sugihartha.

Sugihartha mengaku optimis pembangunan rumah rusak berat tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari atau April 2019. Hal ini, setelah pemerintah menambah jumlah tenaga fasilitator yang berasal dari Kementerian PUPR, TNI/Polri dan masyarakat. Sebab, selama ini kurangnya tenaga fasilitator menjadi kendala pembangunan rumah sehingga menjadi terhambat.

"Dengan adanya tambahan 1.523 tenag fasilitator dari unsur TNI/Polri dan mansyarakat melalui Kementerian PUPR kita optimis target dua bulan untuk rumah rusak bisa selesai," katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, jumlah Pokmas rumah rusak berat yang sudah terbentuk hingga saat ini 1.979 Pokmas. Pokmas rumah rusak berat yang sudah di-SK-kan bupati/wali kota sebanyak 1.802 Pokmas.

Sementara itu, rekening Pokmas rumah rusak berat? yang sudah terbentuk sejumlah 1.398 Pokmas. Rekening Pokmas rumah rusak berat yang sudah terisi sejumlah 540 Pokmas.

Rekening Masyarakat yang sudah terisi sejumlah 159.051 KK atau bertambah 3.403 di Sumbawa atau sebesar 74,81 persen dari total rumah yang sudah ber-SK. Dengan rincian, rekening masyarakat rumah rusak berat yang sudah terisi sejumlah 50.700 KK atau sebesar 68,43 persen dari total rumah rusak berat yang ter-SK.

Rekening masyarakat rumah rusak sedang yang sudah terisi sejumlah 25.296 KK atau sebesar 78,15 persen dari total rumah rusak sedang? yang ter-SK. Selanjutnya, rekening masyarakat rumah rusak ringan? yang sudah terisi sejumlah 83.055 KK atau sebesar 78,26 persen? dari total rumah rusak ringan yang ter-SK.

Rekening Masyarakat yang sudah dibagi sejumlah 99.898 KK atau bertambah 5.924 KK di Lombok Barat atau sebesar 46,99 persen dari total rumah yang sudah ber-SK. Dengan rincian, rekening masyarakat rumah rusak berat yang sudah dibagi sejumlah 37.783 KK atau sebesar 50,99 persen dari total rumah rusak berat yang ter-SK.

Rekening masyarakat rumah rusak sedang yang sudah dibagi sejumlah 12.818 KK atau sebesar 39,60 persen? dari total rumah rusak sedang yang ter-SK. Rekening masyarakat rumah rusak ringan yang sudah dibagi sejumlah 49.297 KK

Rumah tahan gempa yang sudah selesai dibangun dan sedang dalam proses pembangunan berjumlah 5.413 unit. Jumlah masyarakat yang sudah memilih jenis rumah tahan gempa sebanyak 21.558 unit, dengan rincian, Risha sebanyak 4.378 unit atau 20,31 persen, Rika sebanyak 8.732 unit atau 40,50 persen. Riko sebanyak 7.969 unit atau 36,97 persen dan RCI sebanyak 64 unit atau 0,30 persen serta Risba sebanyak 415 unit atau 1,93 persen.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026