Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal bertemu Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husen Bagis guna membahas investasi dan tenaga kerja ke negara Timur Tengah itu.
Hal ini mengemuka saat Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husen Bagis di Pendopo Gubernur melalui keterangan tertulis diterima di Mataram, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Husen Bagis menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu dengan calon investor yang tertarik mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) di NTB. Ia juga menyoroti tingginya permintaan tenaga kesehatan di UEA, khususnya untuk perawat berpengalaman.
Baca juga: Gubernur NTB menawarkan tiga peluangan investasi strategis
Sementara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik peluang tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menyiapkan tenaga perawat yang memiliki pengalaman kerja.
"Provinsi punya banyak rumah sakit. Nanti kita akan pakai rumah sakit itu untuk menambah pengalaman mereka," terang gubernur.
Selain membahas pengembangan tenaga kerja, Gubernur NTB juga menawarkan sejumlah sektor investasi di daerahnya, termasuk pertanian dan peternakan. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan ekosistem yang terintegrasi agar investasi yang masuk tidak menimbulkan permasalahan baru.
Baca juga: Realisasi investasi di NTB serap 15 ribu tenaga kerja
Guna memberikan rasa nyaman bagi para investor, gubernur juga merencanakan pembentukan perusahaan daerah yang akan turut serta dalam investasi strategis di NTB.
"Setiap investor yang masuk, kami akan masuk juga sahamnya pemda di situ, minoritas. Tujuannya adalah untuk memberikan assurance kepada investor bahwa pemerintah ada di situ. Jadi kami masuk minoritas. Di semua investasi-investasi yang bagus, yang besar kami akan masuk kecil-kecil. Jadi masalah sosial kami yang ngurus, masalah perizinan kami yang urus. Mereka tinggal berbisnis saja gitu," terangnya.
Miq Iqbal sapaan akrabnya juga memaparkan peluang investasi yang dapat digarap dengan keberadaan smelter di NTB. Ia menyebutkan bahwa produk smelter, seperti tembaga dan asam sulfat, dapat dimanfaatkan untuk hilirisasi industri, termasuk dalam produksi kabel dan pupuk.
Baca juga: Pemprov NTB susun peta potensi investasi komprehensif kepada investor
Di sektor pertambangan, gubernur juga menyoroti potensi investasi yang masih terbuka luas. Selain tambang emas baru di Batu Biru, ia menyampaikan bahwa PT Sumbawa Timur Mining masih membutuhkan investasi untuk mempercepat proses eksploitasi sumber daya yang telah dieksplorasi selama satu dekade terakhir.
"Kalau itu well manage, kalau pihak Dubai dan Abu Dhabi mau masuk itu sudah siap. Dia di Dompu itu sudah 10 tahun eksplorasi. Tiang sudah meninjau ke sana, tinggal menunggu proses eksploitasi-nya," katanya.