Mataram (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau jamaah calon haji (JCH) untuk tetap tenang menyikapi belum keluarnya visa oleh Pemerintah Arab Saudi.
"Kepada JCH yang barangkali visanya belum keluar, kami berharap tetap tenang. Isya Allah kita sama-sama berusaha dan percaya pemerintah juga akan memberikan pelayanan terbaik," kata Ketua Tim Bina Haji Kanwil Kemenag NTB Syukri di Mataram, Minggu.
Ia menegaskan Kementerian Agama tetap melakukan ikhtiar dan bekerja secara maksimal dengan melakukan koordinasi dengan semua pihak dan instansi terkait agar proses visa bisa segera keluar.
"Sejak penyelenggaraan kloter pertama sampai saat ini hampir 24 jam kami tidak tidur. Artinya, kami terus bekerja secara maksimal dengan melakukan koordinasi dengan semua pihak, sehingga calon haji yang jumlahnya 4.499 orang untuk wilayah NTB,n bisa diberangkatkan sesuai dengan rencana," ujarnya.
Baca juga: Keberangkatan 52 calon haji NTB tertunda
Selain kepada JCH, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat juga tetap tenang sembari pihaknya berikhtiar maksimal melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang ada, termasuk juga secara intensif melakukan mitigasi risiko terhadap potensi masalah, seperti melakukan koordinasi ketika ada jamaah yang kloternya sudah ditetapkan, kemudian tidak keluar visanya.
"Kami coba melakukan tracking terhadap JCH yang lain, walaupun pada kloter yang berbeda, tapi dalam satu kabupaten kami dahulukan keberangkatannya untuk memitigasi risiko jangan sampai terjadi kelebihan," terang Syukri.
Terkait belum keluarnya visa tersebut, katanya, pihaknya sudah mendapatkan imbauan dari Kemenag, dalam bentuk surat edaran bahwa Kanwil Kementerian Agama bersama instansi terkait melakukan ikhtiar dan mitigasi risiko jangan sampai terjadi kelebihan di dalam satu kloter.
"Jadi, sekali lagi mohon dukungan dari semua pihak. Karena semua mengatensi masalah ini, kita semua peduli terhadap jamaah calon haji bagaimana memberikan pelayanan terbaik," katanya.
Baca juga: Sebanyak 386 jamaah calon haji NTB tiba di Tanah Suci Makkah
Sebelumnya, sebanyak 800 calon haji asal NTB belum memegang visa. Kepala Bidang Haji Kanwil Kemenag NTB Lalu Muhammad Amin mengatakan keterlambatan penerbitan visa yang dialami sekitar 800 calon haji asal NTB disebabkan oleh perubahan kebijakan haji antara tahun 2024 dan 2025.
"Visa ini masih proses selama 24 jam agar diselesaikan oleh Pemerintah Arab Saudi. Kami minta JCH jangan panik, visa ini masih dalam proses," ujar Amin di Asrama Haji NTB, Kamis (1/5) malam.
Amin menyebut tahun ini proses penerbitan visa dilakukan oleh delapan perusahaan atau Syarikah swasta yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi. Kebijakan ini juga dibarengi dengan pembatasan kuota pengajuan visa oleh masing-masing Syarikah.
"Keterlambatan penerbitan visa jamaah calon haji terjadi di hampir semua provinsi," katanya.
Baca juga: Sebanyak 386 jamaah calon haji NTB tiba di Tanah Suci Makkah