Mataram, 10/1 (ANTARA) - Diperkirakan lebih dari seribu hektare sawah di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terendam banjir akibat hujan deras yang turun sejak Jumat (9/1) hingga Sabtu (10/1) pagi. Bahkan, tanggul penahan air sungai jebol hingga lahan sawah tergenang air setinggi 1-2 meter dan ratusan unit rumah di sekitar daerah aliran sungai tergenang. Ratusan hektare sawah di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, terendam air akibat luapan sungai Blenyok dan Pesongoran, rumah penduduk dan banguan sekolah serta kantor pemerintah di kawasan itu juga terendam air. Ia mengatakan luapan air sungai itu terjadi secara sporadis di belasan lokasi. Namun, yang terparah terjadi di Kecamatan Sekarbela karena kawasan itu dekat dengan lokasi pertemuan aliran sungai Blenyok dan Pesongoran. Di kawasan itu, lebih dari 500 unit rumah dan ratusan hektare sawah terendam air. "Bahkan, pada titik tertentu di mana air mencapai ketinggian 2-3 meter dari badan jalan sehingga rumah-rumah di sisi jalan nyaris tenggelam," ujarnya. Walikota Mataram, Drs H. Ruslan, yang terjun ke lokasi kejadian menginstruksikan warga yang rumahnya terendam banjir segera mengungsi ke masjid-masjid. Sementara di Kabupaten Lombok Barat, tanggul penahan air sungai Koko Babak, yang terletak di antara wilayah Desa Bage Polak dan Rumak, Kecamatan Labu Api, jebol sehingga luapan air menggenangi ratusan rumah penduduk dan lahan sawah yang diperkirakan mencapai ribuan hektare. Luapan sungai Koko Babak itu mengakibatkan ratusan unit rumah di dekat Tempat Pembuangan Sampak (TPA) Kebun Kongok Banyumulek terendam, dan ratusan unit rumah lainnya di kawasan perumahan BTN Bumi Permai, Desa Telagawaru, Kecamatan Labu Api, juga terendam hingga satu meter dari permukaan tanah. Wakil Gubernur NTB, Ir Badrul Munir, MM dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTB sempat ke lokasi untuk mengetahui dampak bencana alam itu. (*) |
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026