Lombok Tengah (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kesehatan masyarakat punya peran strategis dalam membantu Indonesia menjadi negara maju berkat adanya sumber daya manusia yang produktif dan sehat.
"Untuk menjadi negara maju pendapatan mesti 14.800 dolar AS per kapita atau Rp15 juta per bulan. Itu tidak mungkin bisa tercapai kalau masyarakat tidak sehat," ucapnya saat memimpin rapat koordinasi kesehatan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Budi menjelaskan bahwa orang yang sibuk cuci darah atau terkena stroke tidak bisa bekerja secara optimal, sehingga mempengaruhi jumlah pendapatan per kapita mereka.
Dia menekankan pentingnya masyarakat yang sehat dan pintar agar Indonesia bisa lepas dari status negara berpenghasilan menengah dan bisa menjadi negara maju yang berpenghasilan tinggi.
Baca juga: Menkes: Pernikahan usia anak picu bayi lahir kerdil
Adapun cara membuat masyarakat selalu sehat adalah dengan menanamkan persepsi bahwa petugas medis bertugas menjaga masyarakat tetap sehat.
"Tugas kita menjaga masyarakat sehat. Kenapa? Karena itu lebih murah dan kualitas hidup lebih baik," kata Budi.
Pada tahun 2024, anggaran kesehatan dalam APBN sebesar Rp187,5 triliun yang setara dengan 5,6 persen dari total APBN kala itu. Sedangkan, anggaran kesehatan tahun 2025 sebanyak Rp218,5 triliun atau mengalami peningkatan 16,5 persen ketimbang anggaran kesehatan tahun 2024.
Lebih lanjut Menteri Budi menyampaikan meski fasilitas layanan kesehatan bagus dengan adanya meja operasi yang bisa naik-turun, pendingin udara, hingga pijat, orang-orang lebih memilih dipan rumah ketimbang masuk ke ruangan operasi.
Baca juga: Menkes ajak warga NTB manfaatkan program cek kesehatan gratis
Oleh karena itu persentase orang sakit di Indonesia harus bisa menyentuh angka 4 persen, bukan lagi di atas 20 persen seperti kondisi saat ini. Jumlah orang sakit yang sedikit membuat produktivitas masyarakat meningkat dan alokasi pengobatan dalam belanja pemerintah menjadi bisa lebih sedikit.
Kementerian Kesehatan memiliki tiga upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia berupa tindakan promotif, preventif, dan kuratif.
Tindakan promotif berfokus terhadap promosi kesehatan, edukasi, dan peningkatan perilaku hidup sehat. Sedangkan, tindakan preventif berfokus terhadap pencegahan penyakit dan risiko kesehatan.
Adapun tindakan kuratif merujuk kepada upaya pengobatan untuk menyembuhkan penyakit, mengurangi penderitaan akibat penyakit, mengendalikan penyakit, atau mengendalikan kecacatan.
"Waktu saya masuk (Kementerian Kesehatan) 80 persen budget saya mengurusi orang sakit. Sekarang harus digeser kalau bisa 50-60 persen mengurusi promotif dan preventif," pungkas Menteri Budi Gunadi Sadikin.
Baca juga: Menkes sasar 200 ribu sekolah lakukan CKG mulai JuliBaca juga: Kemenkes fasilitasi pemudik ikut CKG
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026