Mataram (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingatkan warga di kota itu agar waspada terhadap potensi penipuan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Sampai hari ini kami sudah menerima belasan laporan masyarakat yang mendapatkan tawaran aktivitas IKD. Padahal aktivasi hanya bisa dilakukan dengan tatap muka di kantor kami," kata Kepala Disdukcapil Kota Mataram H Mansur di Mataram, Selasa.
Guna mengantisipasi dampak kerugian masyarakat, Mansur yang didampingi Sekretaris Disdukcapil Kota Mataram Lalu Ahmad Gunadi telah menyebar berbagai informasi peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran aktivasi IKD.
Baca juga: Dukcapil Mataram sikapkan inovasi tingkatkan cakupan IKD
Dari belasan laporan warga itu, katanya, sejauh ini belum ada yang melakukan aktivasi yang ditawarkan karena mereka terlebih dahulu konfirmasi ke Kantor Dukcapil Mataram.
"Kami bersyukur warga Kota Mataram bisa peka dengan kondisi-kondisi seperti itu," katanya.
Namun demikian, lanjutnya, upaya antisipasi tetap harus dilakukan guna menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kerugian terhadap masyarakat jika melakukan aktivasi IKD di luar Disdukcapil Mataram.
Baca juga: Mataram terapkan aplikasi I Love IKD
Pasalnya, kata dia, IKD bisa menjadi pintu masuk oknum tertentu untuk mengakses layanan-layanan pribadi, termasuk perbankan, sehingga sangat memungkinkan jika warga salah melakukan aktivitas bisa menimbulkan kerugian material.
"Misalnya, penarikan saldo rekening tanpa sepengetahuan atau kerugian-kerugian lainnya," kata Mansur.
Oleh karena itulah, lanjutnya, masyarakat harus terus waspada dengan meningkatnya modus penipuan, salah satunya penipu yang mengaku petugas Disdukcapil Kota Mataram.
Baca juga: Aktivasi IKD di Mataram baru capai 3.386 jiwa
Ia menegaskan petugas Disdukcapil Kota Mataram tidak pernah menghubungi warga secara pribadi melalui panggilan maupun pesan via WhatsApp untuk aktivasi IKD. Aktivasi IKD hanya dapat dilakukan secara tatap muka di Kantor Dinas Dukcapil Kota Mataram karena harus ditautkan dengan server yang ada.
Selain itu, kata dia, agar masyarakat diminta tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, apalagi ada perintah klik tautan tertentu yang diberikan.
"Semua pelayanan pengurusan administrasi kependudukan di Mataram diberikan secara gratis," katanya.
Di sisi lain Mansur juga meminta masyarakat agar segera lapor jika menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil ke nomor 0812-3860-693/0851-9734-4577.
Data Dukcapil Mataram mencatat hingga saat ini warga Kota Mataram yang sudah menggunakan IKD sekitar 5.000 orang dari target sekitar 125.000 orang.
Baca juga: Kemenkominfo luruskan perbedaan IKD dan identitas digital
Baca juga: Pemkab Buleleng-Bali ajak masyarakat manfaatkan aplikasi IKD