Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan berbagai logistik aman untuk mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki, di Mataram, Sabtu, mengatakan, meskipun Kota Mataram belum pernah terdampak kemarau panjang, namun ada potensi penurunan debit air.
"Penurunan debit air biasanya terjadi pada puncak kemarau, baik untuk air sumur maupun air bersih dari Perusahaan Terbatas Air Minum (PTAM)," katanya.
Hal itu disampaikan Ahmad Muzaki menyikapi kondisi perubahan cuaca saat ini yang sudah mulai masuk musim kemarau sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan puncaknya diprediksi terjadi bulan September 2025.
Baca juga: Saat banjir menghantam di kala kemarau melanda
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat terjadi penurunan debit air, BPBD Kota Mataram bekerja sama dengan PTAM Giri Menang (Perseroda), untuk mendistribusikan air bersih ke lingkungan-lingkungan yang mengalami kekurangan debit air.
Penurunan debit air sumur dan air bersih dari PTAM biasanya terjadi di wilayah bagian timur Kota Mataram atau perbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat.
"Untuk kesiapan logistik, kami punya dua tangki air bersih. Satu unit berkapasitas 2.500 liter," katanya.
Baca juga: BPBD minta camat lurah aktif di Mataram pantau potensi dampak kemarau
Selain itu, pihaknya juga akan mendistribusikan air bersih ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bintaro dan hunian sementara (huntara) Mapak sebab rusunawa dan huntara tersebut berada di dekat pantai.
Kondisi itu memicu timbulnya lumut pada air warga sebab air di lokasi itu masih air payau, sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi warga yang tinggal di huntara dan rusunawa.
"Jadi, kami bersama tim dari PTAM mendistribusikan air bersih," katanya.
Namun demikian, lanjutnya, sejauh ini belum ada laporan masyarakat terkait kekurangan air. Artinya, kondisi kebutuhan air untuk mandi, cuci, masak, termasuk untuk kebutuhan air irigasi pertanian di Kota Mataram masih aman terkendali.
Baca juga: Budi daya ikan air tawar di Mataram aman dari dampak kemarau
Muzaki mengatakan, selain menyiapkan kebutuhan air bersih, logistik yang disiapkan sebagai antisipasi musim kemarau juga berupa tenda dan terpal.
Di sisi lain, katanya, potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat ketika musim kemarau adalah kebakaran.
Bencana kebakaran sering terjadi karena kelalaian masyarakat baik kebakaran karena arus pendek listrik maupun kompor atau penyebab lainnya.
"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagi potensi bencana. Terutama kebakaran saat musim kemarau," katanya.
Baca juga: Dinsos pastikan mobil tangki air siap pakai antisipasi kemarau di Mataram