Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Kombes Pol. Hendro Purwoko membantah isu terkait adanya penempatan sejumlah penembak jitu dari atas gedung dengan target secara acak.
"Saya Kapolresta Mataram menegaskan bahwa informasi adanya petugas kepolisian yang menembak dari atas gedung secara acak itu adalah tidak benar (hoaks)," kata Kombes Hendro dalam pernyataan yang diterima di Mataram, Senin.
Isu ini menyebar luas di media sosial dengan narasi meminta perhatian untuk tetap waspada sejak pukul 22.00 Wita. Warga diminta tidak keluar rumah karena adanya penembakan secara acak dan tidak memilih.
Baca juga: Seorang pelaku penjarahan di gedung DPRD NTB diamankan polisi
Dalam narasi yang disebarkan tersebut turut tertulis adanya penempatan sejumlah penembak jitu di wilayah Mataram.
Mereka ditempatkan di beberapa atap gedung, mulai dari hotel berbintang, pusat perbelanjaan, dan masjid Khubbul Wathan Islamic Center Mataram.
Penyebaran isu secara masif di media sosial ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kapolresta Mataram menilai isu yang masuk dalam kategori teror itu sengaja disebarluaskan untuk memicu keresahan.
Baca juga: Mencegah bara anarkisme di NTB
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Mataram meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak cepat terprovokasi dengan segala bentuk isu dan informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Jangan terprovokasi, segera klarifikasi apabila menerima informasi mencurigakan," ucapnya.
Kapolresta Mataram juga mengingatkan warga untuk lebih bijaksana bermedia sosial dan tidak ikut menyebarluaskan kabar yang belum terverifikasi.
Baca juga: Laskar Sasak ingatkan demonstran tak mudah terprovokasi
Baca juga: Kapolda NTB tindak tegas pelaku perusakan di Gedung DPRD NTB
Baca juga: Gubernur NTB tempatkan tentara sebagai garda terdepan pengamanan fasilitas