Kota Bima (ANTARA) - Wali Kota Bima H. A Rahman H. Abidin mengajak aparatur dan warganya untuk membatasi penggunaan sampah plastik.

"Sejalan dengan program Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri), saya kembali menekankan implementasi edaran pembatasan penggunaan plastik sekali pakai," ujarnya saat  peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah di halaman Masjid Muhammad Nur A Latief, Senin.

Ia menegaskan, Aparatur dan masyarakat Kota Bima untuk memulai hal sederhana, dengan membawa tumbler, menggunakan piring dan gelas, serta menyediakan tempat sampah 3R di lingkungan masing-masing.

"Kebersihan bukan sekadar slogan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Karena itu mari kita buktikan dengan aksi nyata, bukan hanya kata-kata,” tegas Wali Kota.

 

Politisi Demokrat ini menuturkan, bahwa nilai-nilai efisiensi, kesederhanaan, kebersihan, dan ketulusan sejatinya sudah diajarkan Rasulullah SAW berabad-abad lalu.

"Rasulullah mengajarkan hidup sederhana, menjaga kebersihan, dan melayani dengan hati yang tulus. Tidak ada satu pun umatnya yang beliau abaikan. Itu menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya ASN, bahwa tugas kita adalah mengabdi dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan tidak pernah menutup mata dari amanah rakyat,” tegasnya.

Selanjutnya, Ia berharap melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, agar semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai religius semakin tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

"Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, menanamkan integritas, dan bekerja bersama membangun Kota Bima yang maju, sejahtera, dan dirahmati Allah SWT," imbuhnya.

Wali Kota berpesan, bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh dipandang sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi sarana meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam tugas pelayanan publik.

"Rasulullah SAW adalah teladan yang paripurna, sebagaimana ditegaskan dalam Qs. Al-Ahzab Ayat 21. Beliau tidak hanya mengajarkan shalat dan ibadah ritual, tetapi juga mencontohkan disiplin, kejujuran, kesederhanaan, kepemimpinan yang adil, serta kepedulian kepada umat," bebernya.

"Inilah teladan yang harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam birokrasi pemerintahan,” tambahnya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026