Kota Bima (ANTARA) - Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi NTB sekaligus Istri Gubernur NTB, Sinta Agathia Iqbal mendorong kolaborasi peran posyandu untuk mencegah stunting.
Demikian dikatakannya, saat memberikan keynote speech pada Workshop Penguatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kota dan Kabupaten Bima, Kamis (11/9).
Istri Gubernur NTB ini menegaskan, keberhasilan Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat bergantung pada kerjasama yang solid dan terintegrasi dari tingkat provinsi hingga desa.
"Pola kerja sektoral sendiri-sendiri sudah tidak relavan lagi. Kita harus berkolaborasi, bergerak secara bertahap dengan data akurat dari desa agar program berjalan lebih terstruktur,” ujarnya.
Baca juga: Ketua PKK: BKMT Bima harus menjadi mitra pemerintah
Sinta menambahkan, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan balita, melainkan juga pusat layanan terpadu yang mencakup kesehatan ibu-anak hingga edukasi sosial.
Karena itu, penguatan kapasitas tim pembina di tingkat kecamatan dan desa sangat penting untuk memastikan layanan Posyandu berjalan efektif.
"Kami berharap peran Tim Pembina Posyandu dari kecamatan hingga desa bisa lebih tepat sasaran dengan cara yang efektif dan efisien,” kata Sinta.
Diketahui, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepahaman tentang pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) Tim Pembina (TP) Posyandu di seluruh Kecamatan dan Kabupaten/Kota Bima.
Selain itu, peserta juga menandatangani komitmen bersama terkait implementasi enam bidang standar pelayanan minimal Posyandu, untuk memperkuat pelayanan Posyandu sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting dan peningkatan gizi.
Baca juga: Ketua PKK NTB ajak orang tua membatasi anak jadi joki cilik pacuan kuda
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026