Logo Header Antaranews Mataram

Disnaker Mataram dukung program pelatihan kerja di kalangan Gen Z

Senin, 22 September 2025 17:17 WIB
Image Print
Kegiatan pelatihan terapis spa dengan menyasar gen-Z yang dilaksanakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tamata Persada Training Center (TPTC) di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi.

Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendukung program pelatihan kerja dengan menyasar Gen Z untuk membekali mereka dengan keterampilan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H Rudi Suryawan di Mataram, Senin mengatakan, pelatihan kerja berupa barista dan terapis spa dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha yang saat ini cukup tinggi.

"Akan banyak kesempatan dan peluang bagi para peserta didik setelah mengikuti pelatihan itu, apalagi yang disasar gen-Z," katanya.

Hal tersebut disampaikan menyikapi kegiatan pelatihan kerja terapis spa dan barista yang dilaksanakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tamata Persada Training Center (TPTC) selama delapan hari ke depan.

Ia mengatakan, pelatihan kerja bagi Gen Z sebagai upaya membekali mereka dengan keterampilan kerja yang relevan agar siap bersaing di industri spa.

"Selain itu dapat membuka peluang baru untuk mendapatkan pekerjaan dan memiliki modal melamar pekerjaan di masa depan," katanya.

Baca juga: Pelatihan kerja gratis di Mataram dibuka pendaftaran

Terkait dengan itu, pihaknya berharap para peserta didik, setelah diberikan pelatihan skil dan keterampilan, mereka akan diberikan kesempatan untuk penempatan magang di industri yang sudah bekerja sama atau sudah memiliki nota kesepahaman atau MoU dengan LPK.

Pasalnya, lembaga yang memberikan pelatihan tersebut berkewajiban tetap melakukan pemantauan, pembinaan, dan pengawasan bagi para lulusan agar bisa tetap berkembang

"Tujuan agar dari pelatihan itu adan penyaluran sumber daya manusia yang kompeten dalam dunia industri," katanya.

Baca juga: Disnaker Mataram akomodasi pelatihan kerja bagi karyawan PHK

Sementara pimpinan LPK TPTC Hidayati Rachman sebelumnya mengatakan, pelatihan itu menjadi bagian penggerak ekonomi daerah.

"Selain itu menciptakan calon sumber daya manusia dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia Industri," katanya.

Menurutnya, jumlah peserta pelatihan terapis spa dan barista sebanyak 30 orang, mereka berasal dari perwakilan kabupaten/kota se-NTB.

Pelatihan itu menyasar gen-Z yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau minimal berusia 18 tahun.

Namun diutamakan mereka yang belum bekerja dan tidak dalam ikatan pendidikan dengan tujuan menciptakan SDM dengan skil yang diperlukan industri kerja siap pakai.

"Mereka dibagi menjadi 2 jurusan agar kemampuan yang dimiliki bisa maksimal dan tetap sasaran," katanya.

Baca juga: Para PMKS di Mataram disiapkan pelatihan kerja
Baca juga: Disnaker seleksi 130 pendaftar pelatihan kerja mesin pendingin di Mataram
Baca juga: Puluhan pengangguran di Mataram ikuti pelatihan kerja juru las pemula



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026