Lombok Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan penempatan tenaga kesehatan harus berdasarkan data dan kebutuhan formasi pegawai yang riil di lapangan.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menegaskan penempatan tenaga kesehatan, baik teknis maupun nonteknis bukan atas dasar titipan atau kepentingan individu.

"Pelayanan kesehatan adalah ujung tombak pemerintah daerah dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada penyesuaian tenaga kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan agar tidak terjadi ketimpangan," ujarnya dalam pernyataan di Gerung, Lombok Barat, Rabu.

Objektivitas dan akurasi data merupakan hal penting dalam proses penambahan maupun penggantian tenaga kesehatan pada seluruh fasilitas pelayanan publik.

Zaini mengungkapkan saat ini ada ketimpangan jumlah tenaga kesehatan antar wilayah yang memiliki karakteristik pelayanan hampir sama.

"Puskesmas Sekotong dan Sesela beban kerja mirip, tapi komposisi tenaga teknis dan non-teknis berbeda jauh," ucapnya.

Baca juga: Lombok Barat prioritaskan kesehatan masyarakat

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus mendorong penataan sumber daya manusia kesehatan yang efektif dan berbasis kebutuhan riil di setiap puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Langkah strategis terkait rencana redistribusi dan perekrutan tambahan tenaga kesehatan saat ini sedang dipersiapkan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Lombok Barat.

Pada 2024, Dinas Kesehatan Lombok Barat mencatat jumlah tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan ada sebanyak 2.100 orang. Mereka terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, farmasi, apoteker hingga tenaga kesehatan lainnya.

Baca juga: Lombok Barat ajukan penambahan dua unit puskesmas baru

Perawat dan bidan merupakan tenaga kesehatan yang terbanyak di Kabupaten Lombok Barat yang masing-masing berjumlah 846 orang dan 516 orang. Sedangkan, tenaga kesehatan paling sedikit adalah keterapian fisik hanya 7 orang dan dokter gigi hanya 22 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Erni Suryana menyampaikan bahwa pemerataan tenaga kesehatan menjadi prioritas agar pelayanan masyarakat dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Lombok Barat.

"Kami terus berupaya memastikan bahwa setiap puskesmas memiliki tenaga yang cukup dan sesuai kompetensi. Dengan pemerataan itu diharapkan masyarakat di seluruh wilayah Lombok Barat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas," pungkas Erni.

Baca juga: Dinkes salurkan bantuan logistik medis untuk penyintas banjir di NTB
Baca juga: Bupati: Desa sebagai ujung tombak pembangunan di Lombok Barat



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026