Jakarta (ANTARA) - Jenama Studio MORAL mengangkat eksplorasi wastra tradisional dalam ritme urban dalam koleksinya bertajuk “MORAL Tempo” yang dipamerkan dalam panggung gelaran mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.

Creative Director Studio MORAL, Andandika Surasetja mengatakan koleksi ini berani membawa tenun keluar dari ruang tradisional menuju konteks urban yang relevan bersama generasi masa kini yang jujur dan berani.

“Kami juga mencoba menabrakkan (wastra) sama sesuatu yang modern. Wastra ini sesuatu yang sangat perlu untuk kita banggakan dan kita kembangkan di generasi yang berikutnya,” kata Creative Director Studio MORAL, Andandika Surasetja, dalam konferensi pers JFW 2026 di Jakarta, Rabu.

Penampilan koleksi bertajuk “MORAL Tempo” dari jenama Studio MORAL yang dipamerkan dalam panggung gelaran mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, di Jakarta, Rabu (29/10/2025). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Koleksi “MORAL Tempo” Studio MORAL dikerjakan melalui kolaborasi organik bersama Cita Tenun Indonesia (CTI). Dalam hal ini MORAL memandang wastra bukan sebagai benda masa lalu yang disakralkan melainkan sebagai medium hidup yang terus berevolusi.

Baca juga: Museum NTB boyong dua koleksi wastra dalam pameran keliling di Sumbawa

“Kita juga melihat bahwa ketika bisa bikin garment yang bagus yang kualitasnya baik, yang bisa disimpan yang bahkan bisa di pas lompat lintas ke generasi, saya rasa kita juga sebenarnya memberi save value tersebut,” tutur dia.

Baca juga: Gubernur NTB: Ekonomi syariah bisa ungkit industri fesyen-wisata

Dalam runway Cita Tenun Indonesia bertajuk “Liminal” di panggung JFW 2026, koleksi “MORAL Tempo” menampilkan 13 tampilan mengeksplorasi dengan menabrakkan tenun dari Lombok dengan material denim, leather dan beberapa melakukan pengerjaan tangan seperti metal struts yang menghasilkan tampilan penuh tekstur.

 

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026