Jakarta (ANTARA) - Suku Dina Sumber Daya Air Jakarta Barat menormalisasi 13 saluran setiap bulan selama 2025 untuk mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut. 

"Normalisasi saluran tetap kita lakukan sebagai pemeliharaan drainase," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Yopi Siregar saat dihubungi di Jakarta, Rabu malam. 

Menurut dia, jumlah 13 saluran yang dinormalisasi per bulan itu belum termasuk yang dilakukan Satuan Pelaksana (Satpel) SDA di kecamatan.

Menurut Yopi, normalisasi saluran efektif untuk mengurangi potensi genangan saat hujan melanda wilayah Jakarta Barat (Jakbar).

"Kalau untuk mengurangi, efektif ya. Misalnya, saluran Jalan Nurul Muslimin, Kembangan Utara. Waktu hujan kemarin, Selasa (18/11), yang biasanya genang, tidak genang. Itu karena itu sudah kita normalisasi," kata Yopi.

Baca juga: Waspada hujan petir banjir rob-gelombang laut 4 meter
Baca juga: Warga NTB diimbau waspadai banjir rob saat fase bulan baru

Kendati demikian, kata Yopi, proses normalisasi sejumlah saluran bisa memakan waktu lebih dari sebulan.

"Tapi normalisasi saluran itu proses yang terus berjalan. Kalau dalam 10 bulan ini ada 13 saluran setiap bulan dan ditambah normalisasi dari Satpel SDA kecamatan, jumlah bisa hampir 200 (saluran yang dinormalisasi) sampai akhir tahun," kata Yopi.

Selain normalisasi saluran, pihaknya juga rutin menambal lubang atau celah pada turap (sheetpile) Kali Angke.

"Jadi genangan kali lancar dan tidak merembes ke wilayah darat. Tapi kan kemarin memang hujannya deras. Lima wilayah Jakarta kena banjir semua," katanya.


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026