Aktivitas kegempaan Gunung Sangeang Api menurun, status tetap waspada

id Gunung Sangeang Api, Pulau Sangeang, Status Waspada, Gunung Berapi, BPBD Kabupaten Bima, PVMBG

Aktivitas kegempaan Gunung Sangeang Api menurun, status tetap waspada

Asap aktivitas vulkanik membumbung dari kawah Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-PVMBG)

Bima (ANTARA) - Aktivitas kegempaan Gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, tercatat mengalami penurunan meski status gunung api tersebut masih berada pada Level II atau waspada.

"Kondisi terkini aktivitasnya sudah menurun, "ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, kepada ANTARA saat dihubungi di Bima, Minggu.

Meski terjadi penurunan, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut belum menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk menurunkan level kewaspadaan. BPBD tetap meminta masyarakat, terutama yang berada di Pulau Sangeang dan pesisir sekitar, agar meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca juga: Gunung Sangeang Api di Bima simpan potensi tsunami

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan secara langsung bersama tim gabungan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sangeang Api, Kalak BPBD Provinsi NTB, Kalak BPBD Kabupaten Bima, serta seluruh pemangku kepentingan melalui agenda rapat koordinasi.

"Rapat koordinasi pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kewaspadaan lintas sektor untuk menghadapi kemungkinan perubahan aktivitas Gunung Sangeang Api," katanya.

Baca juga: Ratusan warga Pulau Sangeang Api Bima diminta mengosongkan pulau

Nurul Huda memastikan, pemerintah daerah bersama instansi teknis terus melakukan sosialisasi mengenai potensi bahaya erupsi serta langkah evakuasi dini kepada warga yang berpotensi terdampak.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sangeang Api, Ari Yuda Eecky Ferlando, membenarkan adanya penurunan aktivitas kegempaan berdasarkan hasil pemantauan instrumen seismik.

"Memang ada penurunan aktivitas, namun kami tetap siaga memantau perkembangan gunung dan terus memberikan peringatan kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, potensi erupsi masih dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada radius berbahaya sesuai rekomendasi PVMBG.

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.