Mataram (ANTARA) - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barata, meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek fisik menjelang akhir tahun anggaran guna memastikan realisasi pekerjaan sesuai target dan mengurangi potensi keterlambatan.
"Kami akan terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan, khususnya untuk proyek-proyek kategori besar dan yang bersifat prioritas bagi masyarakat," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd Rachman di Mataram, Jumat.
Dikatakan, beberapa proyek yang menjadi perhatian utama Komisi III antara lain pembangunan gedung sekolah, pembangunan kantor Wali Kota Mataram, dan perbaikan jembatan-jembatan yang mengalami kerusakan atau putus akibat bencana banjir pada 6 Juli 2025.
Terhadap pembangunan sekolah yang bersumber dari dana pusat, katanya, sempat mengalami kekurangan realisasi ketika Komisi III melakukan sidak, namun Dinas Pendidikan telah memberikan janji untuk berkomunikasi dengan pihak pelaksana.
Baca juga: Pengawasan proyek fisik di Mataram ditingkatkan
Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan menjanjikan dan menjamin proses pembangunan sekolah itu bisa rampung sesuai batas yang ditetapkan.
"Kami masih menunggu laporan dari Kepala Dinas, jika belum kami kembali akan turun," katanya.
Ia mengatakan, tidak ada toleransi jika kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaannya sesuai batas waktu. Jika sampai terjadi di luar itu, Komisi III akan mendorong Pemerintah Kota Mataram untuk bertindak tegas dengan memberikan sanksi kepada pelaksana.
Baca juga: Pemkot Mataram optimis proyek fisik tuntas sesuai kontrak
Sanksi bisa berupa administrasi maupun dalam bentuk blacklist kepada perusahaan tersebut. Bahkan, selain sanksi administratif konsekuensi lain yang harus ditanggung rekanan adalah denda keterlambatan pengerjaan fisik.
"Untuk mengurangi dampak itu, kami mendorong agar pemerintah kota selektif memilih rekanan juga yang punya pengalaman dan bisa melaksanakan pekerjaan dengan maksimal," katanya.
Sementara terkait, proyek perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir, Rachman memastikan saat ini masih berjalan dan diharapkan juga selesai sesuai target yang ditetapkan.
"Infrastruktur-infrastruktur prioritas yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat, kami harapkan bisa segera terselesaikan," katanya.