Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperketat pengawasan terhadap progres pengerjaan proyek fisik yang masuk program prioritas tahun 2025, agar bisa selesai tepat waktu.
Asisten II Setda Kota Mataram H Miftahurrahman di Mataram, Selasa, mengatakan, pengawasan tersebut dilakukan secara teknis melibatkan personel dari bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Mataram, kepolisian dan kejaksaan.
"Tahun ini ada 10 proyek fisik yang masuk program prioritas di Kota Mataram. Tapi satu proyek ditunda yaitu pengerjaan jembatan penghubung Tegal-Gontoran, Sandubaya, Mataram," katanya.
Sementara sembilan pengerjaan lainnya meliputi, pembangunan tahap pertama Kantor Wali Kota Mataram, pemeliharaan berkala Jalan Swadaya, rekonstruksi kapasitas struktur jalan kompleks Monjok.
Baca juga: Pemkot Mataram optimis proyek fisik tuntas sesuai kontrak
Kemudian revitalisasi SD 12 Mataram, revitalisasi SMP 17 Mataram, revitalisasi SMP 10 Mataram, revitalisasi SD 44 Cakranegara, revitalisasi SD 31 Ampenan, Terakhir adalah renovasi dan penambahan ruang Puskesmas Karang Taliwang.
"Sebelum akhir tahun, pengerjaan proyek prioritas tersebut harus tuntas dikerjakan," katanya.
Dari sembilan proyek prioritas itu, baru satu proyek yang pengerjaan tuntas 100 persen yakni proyek pengerjaan jalan. Baik di Jalan Swadaya maupun di kompleks Monjok.
Sementara proyek lainnya masih dikerjakan dengan progres lancar, seperti pengerjaan tahap pertama Kantor Wali Kota Mataram yang mencatat deviasi plus.
"Namun data laporan terakhir untuk Kantor Wali Kota Mataram belum kami terima," katanya.
Baca juga: Wali Kota Mataram meminta proyek fisik terapkan padat karya saat PPKM
Sedangkan pengerjaan rehabilitasi atau perbaikan sejumlah sekolah, saat masih berproses dan realisasinya juga masih tunggu laporan.
Miftah mengatakan, beberapa pengerjaan yang masih belum tuntas, diharapkan dapat melakukan percepatan meskipun masih cukup waktu sampai akhir tahun untuk dikerjakan.
Untuk memastikan realisasi proyek tersebut, di pekan ketiga November 2025, tim kembali akan dilakukan evaluasi lanjutan untuk progres pengerjaan proyek prioritas.
"Kami optimistis proyek-proyek tersebut bisa selesai dan tuntas sesuai kontrak," katanya.
Sementara menyinggung tentang kendala cuaca dan lainnya, Miftah mengatakan, hal tersebut sudah diantisipasi.
"Rekanan sudah menyiapkan upaya antisipasi agar pengerjaan tidak molor. InsyaAllah tidak ada proyek fisik yang progresnya mengkhawatirkan," katanya.
Baca juga: Pemkot Mataram minta rekanan percepat selesaikan pekerjaan fisik