PDI Perjuangan kritik pemerintah soal bencana alam

id Megawati Soekarnoputri,Rakernas PDI Perjuangan,PDI Perjuangan

PDI Perjuangan kritik pemerintah soal bencana alam

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politiknya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT PDI Perjuangan ke-53 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Rakernas dan HUT ke-53 PDI Pejuangan yang berlangsung 10-12 Januari tersebut mengusung tema Satyam Eva Jayate Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya dengan membahas persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai. ANTARA FOTO/Monang Sinaga/fzn/rwa. (ANTARA FOTO/MONANG SINAGA)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan kritik terhadap pemerintah soal penyebab terjadinya bencana di Sumatera.

Dalam pidatonya di Rakernas PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu, Megawati menghubungkan kerusakan lingkungan di wilayah hulu dengan rentetan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, banjir ekstrem dan longsor tersebut bukanlah peristiwa alam semata, melainkan dampak nyata dari perubahan fungsi lahan penyangga menjadi kawasan eksploitasi.

Mega menambahkan, pembukaan hutan secara masif untuk tanaman monokultur telah menghilangkan kemampuan fungsi lahan sebagai sebagai penyerap air. Kondisi ini pada akhirnya berdampak pada kehidupan rakyat kecil di hilir yang dinilai tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Karenanya, dia menegaskan sikap PDI Perjuangan menolak model pembangunan tersebut karena dianggap mengabaikan keadilan ekologis. Baginya, praktik eksploitasi yang terjadi saat ini harus dihilangkan karena merupakan bentuk kemunduran bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Baca juga: Rakernas PDIP meminta Megawati hanya kerja sama dengan pihak tertentu

"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," kata dia.

Sebagai informasi, pada rangkaian acara HUT ke-53 PDIP Perjuangan dan Rakernas I Partai, DPP PDIP mengusung tema ‘Satyam Eva Jayate’ dengan sub tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”.

Baca juga: Maju Pilkada Sumut, Ahok tunggu hasil Rakernas PDIP

Satyam Eva Jayate, adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang". Sedangkan, ‘Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya’ yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai Satyam Eva Jayate.


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.