Mataram (ANTARA) - Globalisasi menempatkan negara dan daerah dalam jaringan hubungan yang kian kompleks. Kompetisi tidak lagi semata bersifat domestik, melainkan berlangsung lintas batas, melibatkan arus modal, tenaga kerja, teknologi, dan gagasan.
Dalam lanskap seperti ini, daerah tidak cukup bersikap pasif menunggu peluang, tetapi dituntut aktif membangun posisi strategisnya sendiri. Nusa Tenggara Barat (NTB) berada dalam fase penting transformasi tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, NTB menunjukkan pergeseran pendekatan dalam memaknai kerja sama internasional. Relasi luar negeri tidak lagi dilihat sebagai seremoni atau sekadar akses bantuan, melainkan instrumen pembangunan.
Kerja sama pengiriman tenaga kerja ke Jepang sejak 2023 menjadi contoh awal. Program ini membuka jalur kerja formal bagi tenaga kerja NTB melalui pelatihan, magang, dan sertifikasi berstandar global. Langkah ini menegaskan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga martabat pekerja lokal di pasar internasional.
Namun, kerja sama ketenagakerjaan juga mengandung tantangan. Pembekalan psikososial, kesiapan mental, serta skema pasca-magang perlu dirancang serius agar pengalaman internasional benar-benar berkontribusi bagi pembangunan daerah saat para pekerja kembali. Tanpa perencanaan lanjutan, investasi manusia berisiko tidak berbuah optimal.
Periode berikutnya memperlihatkan perluasan fokus ke diplomasi ekonomi dan pariwisata. Kerja sama dengan Konsulat Jenderal Amerika Serikat dalam bidang pendidikan dan pengembangan ekspor, serta upaya mempertemukan pelaku usaha NTB dengan pasar internasional, mencerminkan kesadaran bahwa rantai pasok global pascapandemi membuka peluang baru.
Data ekspor ke Jepang, Tiongkok, dan sejumlah negara Eropa menunjukkan NTB mulai terhubung dengan pasar dunia melalui komoditas unggulannya.
Diplomasi pariwisata juga menjadi instrumen penting. Penetapan Australia, Malaysia, dan Singapura sebagai pasar prioritas menunjukkan orientasi strategis NTB untuk memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi promosi dengan mitra internasional membuka peluang investasi dan pengembangan pariwisata berbasis event dan kreativitas.
Meski demikian, manfaat ekonomi global harus dijaga agar tidak terpusat pada segelintir pelaku besar. Keterlibatan UMKM lokal dan perlindungan komunitas menjadi prasyarat agar globalisasi tidak menciptakan ketimpangan baru.
Tahun 2026 menandai babak lain melalui penjajakan kemitraan strategis dengan Kanada. Fokus pada energi terbarukan, ketahanan iklim, dan pemberdayaan perempuan menunjukkan arah kerja sama yang lebih berkelanjutan.
Pengakuan NTB sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik memperlihatkan perubahan persepsi global terhadap daerah, dari objek proyek menjadi aktor pembangunan. Peluang transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih berpotensi mempercepat transisi ekonomi rendah karbon di NTB.
Agar kerja sama internasional memberi dampak nyata, diperlukan kerangka kebijakan yang jelas. Blueprint kerja sama harus dilengkapi indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI), mekanisme evaluasi, serta forum dialog rutin dengan mitra. Tantangan geografis, keterbatasan anggaran, serta risiko eksploitasi lingkungan dan budaya menuntut strategi mitigasi yang matang.
Ke depan, arah diplomasi NTB perlu bertumpu pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, integrasi pelaku lokal ke rantai nilai global, dan kemitraan strategis yang terukur.
Penguatan kelembagaan, transparansi data proyek internasional, serta peningkatan kapasitas negosiasi birokrasi daerah menjadi kunci. Dengan langkah yang inklusif dan terencana, NTB berpeluang membangun daya saing global tanpa kehilangan jati diri lokalnya.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Sukardi dan taruhan masa depan Unram
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Demosi dan ujian birokrasi NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - MXGP Samota berujung dua tersangka, Tata kelola NTB diuji
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Mukena Lombok Barat dalam jerat tata kelola anggaran
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - NTB menguji mesin birokrasi
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Karapan Kerbau di persimpangan zaman
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Isyarat alam di NTB 2026
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Pupuk bersubsidi di NTB pada titik uji
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB -Kapal pesiar di NTB dan ujian nilai tambah
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ujian kemandirian PAD NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Narkoba di NTB yang tak kunjung padam
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Menata arah NTB menuju 2026
COPYRIGHT © ANTARA 2026