Puluhan SD dan SMP di Mataram uji coba 'full day school'

id Dinas Pendidikan,Kota Mataram,full day school

Puluhan SD dan SMP di Mataram uji coba 'full day school'

Rapat sosialisasi "full day school" di salah satu sekolah di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/1-2025). ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Puluhan sekolah di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai melaksanakan uji coba "full day school" atau sekolah penuh selama lima hari pada sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Senin, mengatakan, khusus untuk sekolah tingkat SMP dilaksanakan 24 SMP Negeri Kota Mataram.

"Jadi untuk tingkat SMP 'full day school' atau FDS dilaksanakan di semua SMP Negeri, mulai dari SMP 1 sampai SMP 24 Kota Mataram," katanya.

Sedangkan tingkat SD, lanjut Yusuf, masih dilaksanakan pada beberapa SD di enam kecamatan.

Baca juga: 'Full day school' tak hentikan kegiatan Sabtu Budaya di Mataram

Misalnya, untuk di Kecamatan Selaparang SD yang mulai melaksanakan FDS baru tujuh meliputi, SDN 1 Mataram, SDN 33 Mataram, SDN 9 Mataram, SDN 8 Mataram, SDN 34 Mataram, SDN 5 Mataram, dan SDN 7 Mataram.

Selain itu, ada dua SD swasta yang di Kecamatan Selaparang sebelumnya sudah menerapkan FDS adalah SD Al Iqro, dan SD Aisiyah 1 Mataram.

"Sementara data SD negeri lainnya yang sudah melaksanakan uji coba FDS ada di sekretaris kami," katanya.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan skema baru "full day school" kegiatan belajar mengajar akan dipadatkan dari hari Senin hingga Jumat.

Adapun pembagian jam sekolah ditetapkan untuk tingkat SMP dimulai pukul 07.30 WITA hingga 15.40 WITA, sedangkan tingkat SD dimulai pukul 07.30 WITA hingga 14.30 WITA pada Senin-Kamis.

Untuk hari Jumat, semua tingkat sekolah mulai belajar pukul 07.30-11.00 Wita dan hari Sabtu, anak-anak akan diberikan keleluasaan bagi siswa untuk berkumpul bersama keluarga. Tapi guru tetap masuk.

"Guru tidak libur, sebab hari Sabtu digunakan untuk peningkatan kompetensi dan refleksi pembelajaran," katanya.

Baca juga: 'Full day school' diuji coba di Mataram

Selama FDS, kegiatan di sekolah tidak hanya fokus ke akademik melainkan juga mental dan spiritual sehingga berbagai kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler

"Jadi semua kegiatan dipadatkan menjadi satu selama FDS," katanya.

Menurutnya, kegiatan FDS tersebut akan dilakukan evaluasi selama berkala termasuk kendala dan masukan baik dari sekolah, guru, maupun wali murid.

Harapannya, sebelum dilaksanakan secara masif pada tahun ajaran baru 2026/2027, program FDS bisa berjalan lancar sesuai dengan rencana yang disiapkan.

"Termasuk, sejumlah SD Negeri yang belum melaksanakan FDS, kami targetkan juga bisa menerapkan secara bertahap," katanya.

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.