Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan kegiatan Sabtu Budaya di sekolah tidak akan dihentikan meskipun sekolah sudah melaksanakan uji coba "full day school" atau sekolah penuh selama lima hari.

"Kebijakan 'full day school' di tingkat SD dan SMP tidak akan menghentikan program Sabtu Budaya yang sudah dilaksanakan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Selasa.

Dikatakan, dengan adanya program "full day school" maka akan dibuatkan jadwal Sabtu Budaya sekali sebulan. Walaupun anak-anak libur, tapi pada jadwal Sabtu Budaya mereka harus masuk tapi dengan konsep belajar luar ruangan (out door).

Baca juga: 'Full day school' diuji coba di Mataram

Dalam kegiatan Sabtu Budaya para siswa akan diedukasi mengenal budaya Sasak. Misalnya, jenis dan cara menggunakan pakaian adat Sasak yang selama ini hanya dikenal hanya pakaian pegon.

"Padahal masih banyak pakaian sehari-hari adat Sasak yang perlu diketahui anak-anak. Misalnya, dengan hanya menggunakan sarung dan baju putih," katanya.

Selain mengenalkan budaya dan adat Sasak, tambah Yusuf, program Sabtu Budaya juga akan mengajak anak-anak melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Kota Mataram.

"Untuk tempat-tempat bersejarah ini, kami akan koordinasi juga dengan Dinas Pariwisata termasuk untuk kegiatan seni dan budaya tradisional," katanya.

Yusuf mengatakan, kebijakan "full day school" bertujuan untuk meningkatkan kualitas interaksi antara anak dan orang tua di akhir pekan.

"Selain itu, memberikan waktu khusus bagi pengembangan kompetensi guru pada setiap hari Sabtu," katanya.

Dikatakan, dalam pelaksanaan skema baru "full day school" kegiatan belajar mengajar akan dipadatkan dari hari Senin hingga Jumat.

Adapun pembagian jam sekolah yang direncanakan untuk tingkat SMP dimulai pukul 07.30 WITA hingga 16.30 WITA, sedangkan tingkat SD dimulai pukul 07.30 WITA hingga 15.30 WITA.

Khusus hari Sabtu, anak-anak akan diberikan keleluasaan bagi siswa untuk berkumpul bersama keluarga. Sementara guru tetap masuk.

"Guru tidak libur, sebab hari Sabtu digunakan untuk peningkatan kompetensi dan refleksi pembelajaran," katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026