Lombok Tengah (ANTARA) - Sebanyak tiga desa di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Selasa (13/01) sore hingga malam di daerah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Rabu, mengatakan tiga desa yang dilanda banjir tersebut adalah Desa Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat, Desa Kabul dan Desa Nontong Ajan di Kecamatan Praya Barat Daya.
"Banjir di tiga desa itu akibat hujan lebat yang terjadi hingga tadi (Selasa 13/1) malam," katanya.
Ia mengatakan banjir tersebut terjadi mulai menjelang malam dan air masuk ke rumah warga, namun dalam bencana alam tersebut tidak ada korban jiwa.
Baca juga: Gubernur NTB perintahkan penanganan cepat banjir di Lombok Barat dan Tengah
Pihaknya segera mengerahkan petugas untuk melakukan penanganan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. "Kami langsung melakukan asesmen tadi malam. Tidak ada warga yang mengungsi," katanya.
Berdasarkan data sementara dampak banjir tersebut, kata dia, 50 Kepala Keluarga (KK) di Desa Montong Ajang terdampak dan Desa Kabul sebanyak 250 KK terdampak.
"Total warga terdampak itu sekitar 300 KK. Untuk Desa Selong Belanak data warga terdampak belum ada laporan dan kondisi air telah surut begitu hujan selesai," katanya.
Baca juga: Lombok Tengah gerak cepat bantu warga terdampak banjir
Ia mengatakan untuk bantuan logistik mulai disalurkan hari ini untuk membantu masyarakat atau para korban yang terdampak bencana alam.
"Bantuan logistik kami salurkan hari ini, karena tadi malam kondisi tidak memungkinkan untuk penyaluran bantuan," katanya.
Ia mengatakan saat ini sebagian besar wilayah Lombok Tengah sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian kecil lainnya masih dalam periode peralihan musim.
Potensi hujan cukup signifikan pada 10 hari mendatang, sehingga masyarakat diimbau memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.
"Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.
Baca juga: Dampak cuaca ekstrem di Lombok Tengah telah ditangani
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026