Lombok Tengah (ANTARA) - Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Pathul Bahri memerintahkan lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penanganan bencana alam yang terjadi akibat cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang di daerah itu.
“Saya telah perintahkan Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, Damkartan, dan BPBD, untuk menurunkan segera personelnya ke lokasi bencana untuk melakukan penanganan," kata Bupati Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Rabu.
Hujan lebat yang disertai angin kencang yang terjadi sejak Selasa (20/1) sore hingga Rabu dini hari mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, belasan tiang listrik roboh di jalan raya wisata Kuta Mandalika, dan atap rumah warga rusak disapu angin kencang serta genangan banjir melanda rumah warga.
Turunnya personel ke jalan raya wisata tersebut, kata Bupati Pathul Bahri, karena telah melihat video yang viral di media sosial, yang memperlihatkan kurang lebih belasan tiang listrik ambruk dan sejumlah pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
“Mungkin PLN sudah di lapangan tadi malam, semua harus bergotong royong, lima OPD ini sebagai pemimpin sektor harus terdepan tangani ini,” katanya.
Baca juga: Tiga desa di Lombok Tengah dilanda banjir akibat cuaca ekstrem
Bupati Pathul menuturkan penyebab pasti tumbangnya pohon dan ambruknya tiang listrik belum diketahui. Apakah tiang listrik yang lebih dulu sehingga kabelnya menarik pohon, ataukah pohon yang lebih dulu tumbang kemudian menarik kabel dari belasan tiang listrik tersebut.
“Masyarakat juga kami imbau untuk selalu berhati-hati karena kondisi semua (daerah) tidak menentu, dinas-dinas ini kita minta untuk segera menebang,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Maqruf mengatakan pihaknya sudah turun ke jalan raya Kuta jalur lama bersama petugas gabungan untuk melakukan penanganan. Robohnya tiang listrik dan pohon tidak menimbulkan korban jiwa.
“Tiang listrik tertindih pohon, kabelnya menarik pohon sehingga ikut tumbang, ada 12 tiang listrik,” katanya.
Kejadian serupa juga terjadi di Desa Tanak Awu. Pihaknya sudah meminta PLN untuk mengamankan aliran listrik agar personel BPBD bisa segera mengevakuasi pohon tumbang.
“Mungkin struktur tanah yang kurang kuat, ditambah menjelang Magrib hujan lebat disertai angin kencang,” katanya.
Baca juga: Gubernur NTB perintahkan penanganan cepat banjir di Lombok Barat dan Tengah
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026