Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan desain teknis jaringan irigasi Bendungan Tiu Suntuk yang mengalir menuju wilayah Jereweh, Sumbawa Barat, menggunakan sistem saluran terbuka.
"Pilihan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran sekaligus menjawab kebutuhan perluasan pengairan bagi ratusan hektare lahan pertanian yang tersisa di wilayah tersebut," kata Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah di Sumbawa Barat, Kamis.
Berdasarkan kajian teknis yang dipaparkan, pembangunan jaringan irigasi ini sebelumnya mempertimbangkan dua opsi, yakni terowongan sepanjang 3,15 kilometer atau saluran terbuka sepanjang 28,86 kilometer.
Meski jarak saluran terbuka jauh lebih panjang, nilai investasi justru lebih efisien yakni sebesar Rp412 miliar, jika dibandingkan dengan opsi terowongan yang mencapai angka Rp600 miliar.
"Selisih biaya hampir Rp200 miliar tersebut menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal daerah," katanya.
Baca juga: Wamen PKP tinjau Bendungan Tiu Suntuk Sumbawa Barat
Bupati menegaskan bahwa pemilihan skema ini tidak hanya soal penghematan biaya pembangunan awal, tetapi juga aspek keberlanjutan fungsi infrastruktur di masa depan.
“Ini sudah kami hitung semua, sehingga kemarin kami putuskan akan menggunakan yang terbuka. Kenapa? Karena selain cost (biaya) pemeliharaannya juga lebih mudah," ujarnya.
Dengan sistem terbuka, proses pengawasan dan perbaikan jaringan dinilai akan lebih praktis dilakukan oleh petugas teknis maupun masyarakat tani.
Terkait masa pengerjaan, tahapan pembebasan lahan dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus 2026.
Baca juga: Menjaga pengelolaan air guna menunjang ketahanan pangan di NTB
Bupati mengingatkan masyarakat bahwa megaproyek irigasi ini merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan waktu pengerjaan antara tiga hingga lima tahun.
Oleh karena itu, sinergi antara pemilik lahan dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menjadi kunci agar target pengairan lahan seluas ratusan hektar di wilayah Jereweh dapat terealisasi tepat waktu.
Sebagai langkah percepatan sebelum proyek besar tersebut tuntas, Bupati telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan survei kelayakan terhadap potensi sumber air lokal di Desa Goa.
Aspirasi warga mengenai pemanfaatan aliran sungai setempat akan dikaji secara teknis untuk dikembangkan menjadi jaringan irigasi alternatif jangka pendek.
"Upaya ini diharapkan dapat menjaga produktivitas petani Jereweh selama menunggu rampung jaringan utama dari Bendungan Tiu Suntuk," katanya
Baca juga: Presiden Jokowi kunker selama tiga hari di NTB
Baca juga: Bupati: Air Bendungan Tiu Suntuk Sumbawa Barat segera dimanfaatkan
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026