Moskow (ANTARA) - Jepang melayangkan protes keras kepada China setelah Beijing memasukkan 20 perusahaan pertahanan Jepang ke dalam daftar kontrol ekspor barang guna ganda (dual-use) dan menuntut agar kebijakan tersebut dicabut, lapor kantor berita Kyodo pada Selasa, mengutip Kementerian Luar Negeri Jepang dan pejabat pemerintah.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Perdagangan China menyatakan telah menambahkan 20 perusahaan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries Shipbuilding, ke dalam daftar tersebut sebagai langkah untuk menanggapi apa yang disebutnya sebagai “remiliterisasi” Jepang serta ambisi nuklir Tokyo.
Menurut laporan Kyodo, protes resmi disampaikan oleh Kepala Biro Urusan Asia dan Oseania Jepang Masaaki Kanai bersama pejabat senior Kedutaan Besar Jepang di China serta perwakilan kementerian perdagangan Jepang.
Baca juga: Takaichi terpilih menjadi PM Jepang, dorong amandemen konstitusi
Baca juga: Sakuranesia fasilitasi kerja sama pendidikan advokasi RI dengan Jepang
Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Kei Sato menyebut langkah China itu “sama sekali tidak dapat diterima dan sangat disesalkan.”
Ia menambahkan bahwa pemerintah Jepang akan menilai dampak kebijakan tersebut terhadap perusahaan-perusahaan terkait serta mempertimbangkan langkah lanjutan sebagai respons.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026