Dompu (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu mencatat capaian vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, telah mencapai 100 persen dari total dosis yang tersedia.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, kepada ANTARA, Minggu, mengatakan hingga Februari 2026 realisasi vaksinasi mencapai 9.375 dosis dari total 9.375 dosis yang dialokasikan pemerintah.
"Capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Dompu sudah 100 persen. Seluruh dosis yang tersedia sebanyak 9.375 telah direalisasikan," ujarnya.'
Baca juga: Vaksinasi penyakit mulut dan kuku dipusatkan di Dompu
Berdasarkan laporan harian GIAT PMK tanggal 19 Februari 2026, pada hari tersebut petugas melakukan vaksinasi terhadap 543 ekor ternak yang tersebar di empat kecamatan, yakni Pajo sebanyak 110 ekor, Woja 161 ekor, Dompu 185 ekor, dan Doroncanga 87 ekor.
Ilham menjelaskan, hasil pemantauan lapangan tidak menemukan adanya kasus ternak sakit, mati, maupun potong paksa akibat PMK. Selain itu, tidak terdapat kegiatan pengobatan penyakit, disinfeksi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), investigasi kasus, maupun tindakan depopulasi pada hari yang sama.
"Tambahan data di lapangan menunjukkan nihil kasus. Ternak sakit PMK nol ekor, mati nol ekor, potong paksa nol ekor, dan sembuh nol ekor,” katanya.
Baca juga: Disnakeswan gerak cepat tangani dugaan PMK di Doroncanga Dompu
Ia menegaskan, meskipun capaian vaksinasi telah memenuhi target, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pemantauan rutin untuk mencegah potensi kemunculan kasus baru.
"Kami mengimbau para peternak agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala yang mengarah pada PMK, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat guna menjaga kesehatan ternak di wilayah tersebut," pungkasnya.
Baca juga: Pemkab Dompu menggelar vaksinasi massal PMK
Baca juga: Kasus PMK di Sumbawa dan Dompu meluas
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026