Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) dengan total anggaran Rp 30 miliar bagi warga kurang mampu pada Ramadhan 1447 Hijriah.

"Bantuan sosial senilai Rp 30 miliar ini diserahkan kepada masyarakat miskin ekstrem dan miskin atau warga yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Sosial, Ekonomi Nasional (DTSEN)," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat acara peluncuran bantuan sosial di Kecamatan Masbagik di Lombok Timur, Rabu.

Ia mengatakan penyaluran bansos kepada masyarakat ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat yang paling membutuhkan, seperti masyarakat miskin ekstrem dan warga kategori miskin atau kurang mampu.

Baca juga: Lombok Timur prioritaskan bansos 2026 untuk warga sangat miskin

Kemampuan anggaran daerah saat ini masih terbatas karena adanya penyesuaian fiskal, sehingga pemerintah baru mampu mengaplikasikan dana sebesar Rp30 miliar pada tahun ini untuk bantuan sembako Ramadhan bagi masyarakat.

“Tahun ini kami hanya bisa menyediakan sekitar Rp30 miliar. Untuk tahun depan kami lihat lagi kemampuan anggarannya, mudah-mudahan tidak turun bahkan bisa bertahan atau meningkat,” ujarnya.

Dia menjelaskan program bantuan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk tetap hadir membantu masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.

“Bantuan sembako yang dimulai hari ini harus secepatnya diselesaikan sebelum lebaran,” katanya.

Baca juga: Bupati Lotim minta warga lapor jika ada penggelapan bansos

Program bantuan tersebut akan didistribusikan kepada 198.776 orang di Lombok Timur yang terdaftar dalam desil 1 dan 2 yang menjadi prioritas.

"Paket sembako tersebut diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya menjelang Lebaran," katanya.

Baca juga: DPRD minta Pemkab Lombok Timur bijak alokasikan anggaran bansos



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026