Jakarta (ANTARA) - Ajang pertarungan combat sports, Byon Combat Showbiz, akan hadir dengan skala lebih besar dalam waktu dekat dengan digelar untuk pertama kalinya di luar Indonesia, tepatnya di World Trade Centre Kuala Lumpur, Malaysia pada 25 April.

 

Dengan kapasitas lebih dari 3.000 penonton, Byon Combat Showbiz Vol.7 ini akan menghadirkan rangkaian pertandingan seru mulai dari boxing hingga kickstriking, termasuk sejumlah laga perebutan sabuk bergengsi seperti ICB International Belt dan Byon Kickstriking Asia Title.

“Kenapa BYON memilih Malaysia? Karena sebagai IP yang ingin berkembang secara internasional, kami merasa penting untuk mulai menghadirkan event kami di luar Indonesia. Malaysia sendiri sudah terasa seperti second home bagi Byon, jadi rasanya kami memang harus punya event di sana," kata Presiden Byon Yoshua Marcellos Muliardo di kawasan Jakarta Pusat, Kamis.

Pria yang akrab disapa Cellos itu mengatakan ide ini akan menjadi tantangan sendiri untuk timnya, namun ia mengaku sangat antusias dan menambahkan apabila kegiatan itu sukses di Malaysia maka tidak mungkin akan diselenggarakan di negara-negara lainnya.

"Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi kami membawa seluruh tim produksi ke negara lain, tentu ada tantangan baru dari sisi produksi. Tapi kami sangat senang dan excited akhirnya bisa menghadirkan Byon Combat Showbiz di Malaysia. Ke depan, mungkin tidak hanya Malaysia, tapi kita mulai dulu dari sini," kata dia.

Byon Combat Showbiz Vol.7 akan menyajikan duel-duel panas, di antaranya adalah Putra Abdullah vs Ronal Siahaan, Fahri Alamsyah vs Kabilan Jelevan, Nidal Mahmoud vs Adam Maulana, Winona Karamoy vs Emmabel Cassandra Eddyvicter, Sun Go Kong vs Inwan, Boy Prata vs Faisal “Sweethands” Giru, Kksam vs Aman Koboi, dan Ammarul vs Haris Sofyan.

Pertarungan Putra Abdullah dan Ronal kembali digelar untuk memperebutkan sabuk pertama Byon Kickstriking Asia Title dalam sejarah. Hingga saat ini, belum ada satu pun petarung tanah air yang mampu mengalahkan Ronal di ajang MMA maupun kickstriking.

Di sisi lain, Putra merupakan Juara IFMA Youth World Championship, 4X National Gold Medalist, serta tercatat sebagai petarung termuda dalam sejarah yang tampil sebagai Main Event di Byon.

Pertemuan pertama antara Putra Abdullah dan Ronal sebelumnya berakhir draw setelah keduanya menjalani pertarungan sengit selama lima ronde. Namun, Ronal tidak sanggup melanjutkan pertandingan akibat cedera yang disebabkan oleh pelanggaran, sehingga judgement round dibatalkan dan keputusan yang diambil adalah immediate rematch untuk menentukan pemenang sekaligus memperebutkan sabuk bersejarah tersebut.

Lalu, duel antara Fahri Alamsyah dan Kabilan Jelevan adalah duel rematch setelah di pertemuan sebelumnya Kabilan menelan kekalahan dari Fahri pada Byon Combat Showbiz.

Nidal Mahmoud dan Adam Maulana akan merebutkan sabuk ICB yang sebelumnya dimenangkan oleh Nidal setelah mengalahkan Uncle Kong pada Byon Combat Showbiz edisi sebelumnya. Di duel ini, Nidal akan menghadapi Adam yang merupakan seorang influencer tinju asal Indonesia, yang memiliki satu mimpi besar untuk membawa pulang sabuk ICB pulang ke rumahnya.

Di duel berikutnya, ada Winona Karamoy melawan Emmabel Cassandra Eddyvicter. Winona merupakan salah satu influencer tinju wanita paling hebat di Indonesia dengan rekor tak terkalahkan, sementara Emmabel adalah seorang atlet wanita asal Malaysia, yang merupakan atlet seni Muay Thai yang pernah meraih Bronze Medalist pada SUKMA 2024 Solo Wai Kru. Tak hanya itu, Emmabel juga memiliki pengalaman bertanding sebagai atlet Muay Thai 6 tahun yang lalu dan telah mengoleksi 2 medali emas.

Baca juga: Mokaev dapat lawan untuk debutnya di Karate Combat

Duel sengit selanjutnya terjadi antara Sun Go Kong melawan Inwan. Sebagai ajang comeback-nya, Sun Go Kong menyatakan siap menghajar petarung Malaysia di kandang mereka sendiri, menantang Inwan yang dijuluki "Golden Elbow", seorang petarung Malaysia yang telah mencatatkan 127 pertarungan profesional sepanjang kariernya.

Faisal Giru baru saja meraih kemenangan atas Mitra di Byon Madness dan kini telah ditunggu Boy Prata di Malaysia. Secara peringkat, keduanya memang layak bertemu karena sama-sama berada di jajaran teratas kelas 55 kg. Faisal “Sweethands” Giru, pemilik julukan Bogem Surakarta, dikenal dengan gaya bertarung yang kerap dibandingkan dengan Max Holloway.

Belakangan ini, Faisal juga sering disebut oleh para petarung senior sebagai salah satu generasi baru paling menjanjikan dari Indonesia. Di sisi lain, Boy Prata merupakan peraih medali perak IFMA serta tiga kali juara nasional berturut-turut, sekaligus menjadi partner sparring bagi para petarung terkuat di Malaysia.

Baca juga: Pengprov DKKI gelar Forda I NTB

Aman Koboi memiliki deretan prestasi besar, mulai dari ajang SUKMA, kejuaraan nasional Malaysia, hingga tampil di SEA Games. Ia juga pernah meraih sabuk juara serta mengoleksi medali emas, perak, dan perunggu di level internasional, bahkan sempat dikenal sebagai petarung peringkat 1 Malaysia di kelasnya. Kali ini, ia akan menantang Kksam tepat setelah mengalahkan Weerian dengan sangat mudah di Byon Madness.

Duel terakhir akan melibatkan Ammarul kontra Haris Sofyan. Ammarul merupakan juara IFMA asal Malaysia yang terkenal dengan serangan headkick mengerikan. Pada edisi sebelumnya, Ammarul berhasil mengalahkan jagoan Indonesia, Serieal Effendy, secara brutal. Sebagai petarung Indonesia, Haris Sofyan ingin membalaskan kekalahan Serieal sekaligus merebut kembali harga diri bangsa.

Haris Sofyan sendiri dikenal sebagai petarung yang selalu mencetak KO terhadap lawannya di ronde pertama sepanjang tampil di Byon. Ia juga merupakan anggota Tim Nasional Indonesia yang pernah mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali perak di SEA Games 2023.

Seluruh rangkaian Byon Combat Showbiz Vol.7 dapat disaksikan secara eksklusif melalui Pay-Per-View di Vidio, memberikan akses bagi penggemar combat sports untuk menikmati pertandingan dengan kualitas tayangan terbaik.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Byon Combat hadir untuk pertama kali di Malaysia



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026