Mataram (ANTARA) - Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman mengingatkan calon jamaah haji setempat bahwa predikat haji mabrur tidak hanya ditentukan oleh kesesuaian pelaksanaan manasik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga lisan, sikap, dan hubungan baik dengan sesama jamaah.
"Kemampuan menjaga lisan, sikap, dan hubungan baik dengan sesama jamaah menjadi bagian untuk meraih predikat haji mabrur," katanya di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu.
Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada ratusan calon haji asal Kota Mataram tahun 2026, dalam kegiatan manasik haji gratis yang dilaksanakan Pemerintah Kota Mataram pada 1-4 April 2026.
Wakil wali kota mengatakan pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan ilmu manasik memang merupakan syarat penting, tetapi bukan satu-satunya penentu seseorang meraih predikat haji mabrur.
Akan tetapi, kualitas hubungan sosial, kemampuan menjaga ucapan, serta sikap terhadap sesama jamaah juga menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah.
"Jangan hanya fokus pada pelaksanaan manasik yang benar, tetapi interaksi sosial tidak terjaga. Jangan sampai masih ada saling menyalahkan, saling menuding, atau hal-hal yang justru mengurangi ketulusan dan keikhlasan dalam beribadah," katanya mengingatkan.
Oleh karena itu, lanjutnya, para calon jamaah haji agar menjaga ketulusan, keikhlasan, serta adab selama menjalankan ibadah haji.
"Para calon jamaah haji adalah duyufurrahman atau tamu Allah SWT. Karena itu, seluruh rangkaian ibadah hendaknya dijalani dengan penuh kesabaran, kelapangan hati, dan niat yang tulus semata-mata karena Allah," katanya.
Dia juga mengingatkan selama berada di Tanah Suci, para jamaah kemungkinan akan menghadapi berbagai situasi yang tidak selalu sesuai dengan harapan, baik terkait penginapan, pelayanan, maupun kondisi di lapangan.
Baca juga: Kuota haji Lombok Timur naik jadi 1.390, Kloter pertama siap berangkat 2 April
Namun demikian, ia berharap seluruh jamaah dapat menyikapi segala hal dengan bijak dan penuh kesabaran. Karena itu, kalaupun ada hal-hal yang ingin disampaikan, maka sampaikan dengan baik.
"Tetapi jika bisa diterima dengan lapang dada, itu lebih baik. Karena jamaah adalah tamu Allah, bukan tamu hotel," katanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram Amir Wisuda sebelumnya mengatakan, jumlah jamaah calon haji asal Kota Mataram tahun 2026 sebanyak 854 orang.
Selain mendapatkan layanan manasik gratis, jamaah calon haji Mataram juga akan mendapatkan syal dan baju rompi sebagai identitas selama berada di Tanah Suci yang saat ini juga dalam proses persiapan.
Baca juga: Terpopuler : Gubernur diminta tunjuk Plt Sekda NTB, harga emas naik hingga seorang haji asal Mataram meninggal
Prinsipnya, lanjut Amir, persiapan pemberangkatan calon jamaah haji asal Kota Mataram tetap berjalan sesuai jadwal (on progres) meskipun saat ini situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas.
Masyarakat, khususnya para calon jamaah dan keluarga, diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing kekhawatiran berlebihan terkait isu tersebut.
"Kami fokus persiapan dan prioritas saat ini memastikan seluruh calon jamaah haji siap secara fisik, mental, dan administratif untuk diberangkatkan sesuai kelompok terbang (kloter) yang telah ditentukan," katanya.
Pemerintah Kota Mataram, tambahnya, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keamanan serta kenyamanan warga Mataram yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026