Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ribuan ekor sapi kurban telah dikirim lebih awal ke Jabodetabek guna mengantisipasi lonjakan permintaan sekaligus memastikan kelancaran distribusi tanpa penumpukan truk di kawasan pelabuhan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Muhamad Riadi mengatakan saat ini lalu lintas hewan kurban yang menggunakan truk tronton berjalan lancar dan terkendali.

"Sampai saat ini tidak terjadi antrean truk pengangkut sapi di Pelabuhan Pototano maupun Pelabuhan Gilimas," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Jumat.

Pada 9 April 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB mencatat ada sebanyak 57 unit truk tronton yang mengangkut 1.429 ekor sapi dari Kabupaten Bima dan Dompu diberangkatkan secara bertahap dari Pelabuhan Pototano menuju Pelabuhan Kayangan.

Riadi menuturkan semua ribuan sapi tersebut hari ini sudah tiba di Pelabuhan Gilimas, Kabupaten Lombok Barat.

"Sebanyak 19 truk tronton sudah naik kapal laut dan sisanya 38 unit truk naik kapal laut pada malam hari," ucap dia.

Lebih lanjut ia menyampaikan pengiriman hewan kurban lebih awal menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurai potensi kepadatan distribusi menjelang puncak kebutuhan hewan kurban di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Satgas Saber jaga stabilitas harga daging sapi

Satuan tugas lalu lintas hewan kurban yang telah dibentuk beberapa waktu lalu cukup efektif dalam menjaga kelancaran arus logistik sapi kurban menuju pelabuhan.

"Petugas medik dan paramedik hewan kami terus melakukan pengecekan dan pemantauan kesehatan hewan kurban yang dilalulintaskan dengan memberikan vitamin dan obat-obatan," pungkas Riadi.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pemerintah NTB memastikan ada 30 ribu ekor sapi yang siap untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Baca juga: Vaksinasi penyakit mulut dan kuku dipusatkan di Dompu

Pemerintah setempat telah mengajukan tambahan kapal kepada pemerintah pusat berupa satu unit kapal ternak untuk mendukung kelancaran distribusi sapi dari Nusa Tenggara Barat.

Selama ini, keterbatasan angkutan laut menyebabkan antrean pengiriman ternak di sejumlah pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Pototano di Sumbawa Barat, Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, serta Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026