"Ini juga untuk memastikan kualitas pasokan Day Old Chick (DOC),"

Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan mitra peternakan ayam broiler dan para peternak untuk menyelaraskan kebijakan peralihan gas subsidi ke non subsidi.

"Ini juga untuk memastikan kualitas pasokan Day Old Chick (DOC)," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Lombok Timur, Senin.

Ia mengatakan melalui rapat ini harus menjadi jalan keluar dan selalu mencari solusi, mencari benang merah dari masalah yang kusut.

"Jangan sampai isu yang menyebar membuat semua panik," tegasnya.

Bupati mengapresiasi kesiapan para peternak untuk beralih ke elpiji non subsidi. Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran perusahaan mitra bukan hanya untuk membahas untung rugi, tetapi diharapkan ikut hadir menyelesaikan permasalahan bersama pemerintah. 

"Jika ada hal yang rumit, sampaikan ke pemerintah. Pasti pemerintah akan bantu," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati memberikan sejumlah arahan solutif dan pihaknya memerintahkan Kepala Dinas Peternakan mendata jumlah kandang dan menganalisis total kebutuhan gas non subsidi di kabupaten Lombok Timur. 

"Kualitas DOC juga menjadi perhatian serius," katanya.

Ia mengingatkan agar perusahaan mitra  memberikan bibit (DOC) yang unggul kepada mitra peternak. 

Selain itu perusahaan dan dinas terkait juga diminta melakukan pembinaan peternak dengan baik, termasuk mengimbau mengubah perilaku dari penggunaan gas elpiji 3 Kg  ke elpiji non subsidi. 

"Pemda ingin membuat para mitra perusahaan bisa aman dan nyaman menjalankan bisnis, tetapi juga bantu bina para-mitra peternak dengan baik," katanya.

Sementara itu perwakilan Assosiasi peternak ayam broiler Lombok Timur Ridatul Yasa mengakui, bahwa dropping DOC selama ini lebih banyak yang berbobot 33 gram, kendati perushaan menyebut DOC yang didistribusikan minimal 35 gram.

 Ia juga menyampaikan harapan pendampingan bagi peternak dari dinas terkait serta perusahaan mitra bisa lebih rutin. Peternak menyebut masalah yang lebih mendesak adalah kelangkaan tabung gas non subsidi.

"Tabung gas 12 kg sangat langka karena berebut dengan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis)," katanya.
 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026