"Investor sebenarnya sangat tertarik masuk ke Dompu, terutama untuk pengembangan tambak udang intensif. Potensi yang kita miliki cukup besar dan masih terbuka untuk dikembangkan,"
Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terus memperkuat iklim investasi sektor kelautan dan perikanan menyusul meningkatnya minat investor untuk mengembangkan usaha budidaya melalui sistem tambak intensif yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Muhammad Ikhsan mengatakan sejumlah investor mulai melirik potensi perikanan budidaya di daerah tersebut, khususnya pengembangan tambak udang intensif yang didukung ketersediaan lahan pesisir dan kondisi lingkungan yang sesuai.
"Investor sebenarnya sangat tertarik masuk ke Dompu, terutama untuk pengembangan tambak udang intensif. Potensi yang kita miliki cukup besar dan masih terbuka untuk dikembangkan," katanya kepada ANTARA di Dompu, Minggu.
Menurut Ikhsan, sistem tambak intensif menawarkan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan budidaya konvensional karena memanfaatkan teknologi pengelolaan yang lebih modern, mulai dari pengaturan kualitas air, pakan, hingga pengendalian kesehatan ikan dan udang.
Saat ini, pengembangan tambak intensif di Dompu baru berjalan pada sekitar lima hingga enam lokasi, termasuk kawasan yang mulai berkembang di Kecamatan Kilo. Padahal, masih banyak wilayah potensial yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya.
Ia menjelaskan, investasi pada sektor tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan produksi hasil perikanan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan sektor jasa dan perdagangan, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Namun demikian, Ikhsan mengakui terdapat sejumlah faktor yang masih menjadi perhatian investor, terutama terkait keamanan dan kepastian berusaha.
Menurut dia, usaha tambak intensif membutuhkan investasi yang relatif besar sehingga para pelaku usaha memerlukan jaminan keamanan agar kegiatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Investor juga mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga situasi daerah tetap kondusif," ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar tercipta lingkungan usaha yang sehat dan kompetitif.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya menciptakan iklim investasi yang ramah melalui penyederhanaan pelayanan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Dengan dukungan iklim investasi yang semakin baik, Pemkab Dompu optimistis sektor perikanan budidaya dapat berkembang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan daya saing daerah.
"Kami berharap pengembangan tambak intensif dapat diperluas ke kawasan potensial lainnya sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah," katanya.
Selain mendorong investasi, pemerintah daerah juga melihat sektor perikanan budidaya sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tradisional.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu menunjukkan daerah tersebut memiliki potensi lahan budidaya tambak mencapai 4.700 hektare. Namun, hingga saat ini pemanfaatannya baru mencapai 2.456,18 hektare atau sekitar 52,25 persen dari total potensi yang tersedia.
Dari sisi produksi, potensi hasil budidaya tambak di Dompu diperkirakan dapat mencapai 17.348 ton per tahun. Akan tetapi, realisasi produksi pada 2024 baru mencapai 6.790,41 ton atau sekitar 39 persen dari potensi yang ada.
Selain itu, Dompu juga miliki budidaya tradisional yang ada di wilayah teluk Cempi. Luasnya sekitar 2.600 an hektar yang tersebar di wilayah Kecamatan Pajo, Dompu, dan Woja.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026