Mataram, NTB, 21/10 (ANTARA) - Wakil Gubernur NTB H. Badrul Munir menuntut badan narkotika provinsi (BNP) bekerja lebih optimal menekan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) meski dengan fasilitas dan anggaran yang belum memadai.
Hal itu dikatakannya ketika membuka kegiatan advokasi pencegahan penyalahgunaan narkoba untuk kalangan tokoh agama di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu.
"Meski tidak ada kantor hendaknya tidak dijadikan halangan untuk bekerja, bekerja jangan terlalu sentimentil. Kita ini pelayan rakyat, jangan terlalu minta dilayani," katanya.
Ia berharap BNP NTB mampu bekerja optimal dengan fasilitas yang dimiliki untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat dari tahun ke tahun baik tingkat nasional maupun NTB.
Badrul Munir juga menekankan agar BNP NTB mampu menunjukkan kinerja yang baik dengan sumber daya yang dimiliki, meski merupakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang paling muda di antara SKPD lainnya.
"Bekerjalah secara optimal dengan fasilitas yang dimiliki. Jika mampu bekerja secara optimal dengan sumber daya yang ada, itu baru hebat," katanya.
Pemerintah provinsi, kata dia, tetap akan memperhatikan BNP NTB baik dari segi sarana kantor yang belum ada maupun anggaran operasional.
Hal itu merupakan kewajiban Pemprov NTB terhadap semua SKPD, namun itu akan dilakukan secara bertahap dan tidak bisa sekaligus.
"Pemerintah begitu membangun suatu lembaga pasti sudah memikirkan secara komperehensif, cuma tidak bisa sekaligus. Karena itu bekerjalah dengan optimistis, agama melarang kita pesimistis," katanya.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNP NTB Kusdirman berharap kepada pemerintah daerah untuk membangun gedung yang representatif untuk menunjang operasional BNP dalam menekan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
BNP NTB, kata dia, saat ini menjalankan aktivitas dengan memanfaatkan edung yang ada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram di Selagalas Cakranegara.
"BNP merupakan SKPD yang baru beberapa bulan terbentuk, ibaratnya bayi yang baru lahir perlu dukungan dari orangtua yang melahirkan," katanya.
Kegiatan advokasi pencegahan penyalahgunaan narkoba untuk kalangan tokoh agama yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) bertujuan mengajak tokoh agama membantu pemerintah memerangi penyalahgunaan narkoba melalui pembinaan kepada masyarakat. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026