Penyu di Pantai Loang Baloq dilepasliarkan

id penyu,mataram,wali kota

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melepasliarkan secara simbolis dua ekor penyu diperairan Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai salah satu wujud mendukung pelestarian penyu di daerah itu. (Foto ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melepasliarkan secara simbolis dua ekor penyu di perairan Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai salah satu wujud mendukung pelestarian penyu di daerah itu.

"Lokasi ini, terutama di kawasan Mapak Indah, Kecamatan Sekarbela, menjadi habitat penyu yang harus dilestarikan dan dikembangkan," katanya di Mataram, Rabu.

Kegiatan pelepasan penyu tersebut dirangkaikan dengan kegiatan puncak perayaan Lebaran Topat atau ketupat 1440 Hijriah yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri.

Dia mengatakan penyu yang dilepasliarkan tersebut merupakan jenis yang dilindungi agar populasi penyu tidak terancam punah sehingga perlu upaya pelestarian oleh semua pihak.

"Kami memberikan dukungan terhadap kegiatan pelestarian penyu, dan kita melakukan pengawasan terhadap okum yang memperjualbelikan peyu dan telur penyu," ujarnya.

Camat Sekarbela Cahaya Samudra yang dikonfirmasi tentang kegiatan penangkaran penyu di Pantai Mapak Indah mengatakan, saat ini terdapat sekitar 300an telur penyu yang sedang dalam proses pengeraman, selain itu ada dua penyu indukan yang juga segera dilepas.

"Minimal enam bulan dan maksimal satu tahun setelah menetas dan setelah bisa beradaptasi penyu-penyu tersebut harus dilepas. Melakukan penangkaran terlalu lama juga tidak baik," katanya.

Kegiatan penangkaran penyu di Mapak Indah dilakukan secara mandiri oleh kelompok warga yang peduli, karena kawasan Pantai Mapak Indah menjadi habitat penyu sehingga pada musim tertentu banyak penyu yang naik bertelur.

Untuk melakukan penangkaran, kelompok masyarakat ini didampingi oleh tim ahli di bidang budidaya penyu.

"Kami bahkan rela mengeluarkan uang untuk membayar telur penyu yang dijual secara ilegal di pasar-pasar tradisional, sebagai upaya melestarikan dan pengembangan populasi penyu," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar