Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Infomal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram Idjab Arwadi di Mataram, Senin, mengatakan sebanyak 1.620 tutor yang direkrut tersebut saat ini sedang diberikan pelatihan untuk memantapkan kesiapan mereka sebelum terjun menjadi tenaga pengajar bagi warga penyandang buta aksara.
"Ratusan tutor itu saat ini sedang kita latih di enam lokasi berbeda untuk meningkatkan kemampuan dalam membelajarkan warga buta aksara," ujarnya.
Ia mengatakan berbagai materi yang diberikan selama pelatihan antara lain materi tentang kebijakan pembangunan di Kota Mataram, kebijakan pemerintah terkait dengan indeks pembangunan manusia (IPM), keaksaraan fungsional dan materi pendidikan bagi orang dewasa.
Seluruh materi yang diberikan oleh pelatih berpengalaman nantinya akan diimplementasikan ketika kepada para penyandang buta aksara mengikuti proses belajar pada 16 November 2009.
"Tutor yang direkrut itu nantinya diharapkan bisa bertanggung jawab dengan mengimplementasikan apa yang telah diperoleh selama pelatihan, sehingga program pemberantasan warga buta aksara di Mataram yang mencapai 18.547 orang dapat diselesaikan," ujarnya.
Ia mengatakan progam pemberantasan buta aksara di Kota Mataram rencananya akan dimulai pada 16 November 2009 dan akan diluncurkan di Dusun Karang Rundun, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, karena daerah tersebut memiliki warga yang paling banyak menyandang buta aksara dibandingkan kelurahan lainnya, yakni mencapai 800 orang lebih.
Warga yang dikategorikan buta aksara tersebut akan diberikan pembelajaran tentang bagaimana cara mengenal huruf, menulis dan berhitung dengan memakai sistem pembelajaran Karawang.
"Sistem pembelajaran Karawang adalah cara pembelajaran terhadap warga buta aksara yang sudah diterapkan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat," katanya.
Metode tersebut dinilai berhasil dan efektif dilakukan dalam upaya memberantas buta aksara, dan dengan metode tersebut proses penuntasan buta aksara mampu dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam waktu sekitar 32 hari.
"Metode yang yang telah diterapkan itu akan dilakukan dengan memberikan motivasi kepada warga agar mau mengikuti proses pembelajaran," katanya.
Dari enam kecamatan yang ada di Kota Mataram, kecamatan yang memiliki warga buta aksara paling banyak adalah Kecamatan Mataram dengan jumlah 3.846 orang, kemudian Kecamatan Sandubaya 3.786 orang, Kecamatan Ampenan 3.282 orang, Kecamatan Selaparang 3.435 orang dan Kecamatan Cakranegara 2.722 orang.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026