Wagub: kesehatan dan kebersihan masih menjadi masalah NTB

id Wagub NTB,Sitti Rohmi Djalilah,Kesehatan,Kebersihan,NTB

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj Siti Rohmi Djalilah mengatakan mewujudkan kesehatan masyarakat, termasuk penanganan masalah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan agar tetap asri dan lestari masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama untuk diatasi di provinsi itu.

"Kesehatan sangat erat kaitannya dengan budaya hidup bersih dan komitmen menciptakan lingkungan yang bersih," kata Wagub NTB pada Hari Bakti Dokter Indonesia ke -111 di Rangkai Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kerja Sama Yayasan Jantung Indonesia NTB dan IDI NTB, Minggu.

Menurut Umi Rohmi--sapaan akrabnya, Pemerintah Provinsi NTB bersama-sama seluruh pemerintah kabupaten/kota sangat konsen menangani masalah sampah melalui gerakan program bebas sampah (zero waste).

"Menjadi tugas kita bersama untuk membangun kesadaran semua elemen masyarakat tentang kebersihan. Sekaligus mengubah mindset tentang sampah," tegas Umi Rohmi.

Wagub juga menyatakan dibutuhkan proses dan sinergitas dari semua pihak untuk membangun mindset yang benar tentang sampah. Di mana masyarakat harus terus di edukasi dan diberikan contoh serta desiminasi informasi bagaimana memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

Karena apabila budaya memilah sampah, antara sampah plastik dan sampah organik yang dapat dijadikan pupuk, sudah berhasil dibudayakan, maka Umi Rohmi yakin ke depan sampah bukan lagi menjadi sumber penyakit, tetapi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Ke depan, tidak hanya muncul istilah buanglah sampah pada tempatnya saja. Tetapi juga jual-lah sampah pada tempatnya," ucapnya.

Wagub Umi Rohmi mengajak seluruh pihak untuk berjuang bersama, PKK, IDI dan NGO serta seluruh instansi lainnya, untuk bergerak bersama, sehingga bisa yakin bahwa dalam lima tahun ke depan, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya tinggal 30 persen saja.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyatakan dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk mewujudkan NTB Gemilang.

"PKK siap bekerjasama dengan IDI dalam mengimplementasikan berbagai program mewujudkan NTB sehat cerdas, termasuk lingkungan yang asri-lestari melalui program Zero Waste," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar