Jakarta, 4 Januari 2010 – Menyusul pencapaian kinerja keuangan yang cukup mengesankan pada triwulan ketiga tahun 2009, di tahun 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) telah menetapkan serangkaian target yang sangat menantang di bidang pemasaran dan pelayanan. Kecuali layanan telepon kabel (fixed wireline), layanan-layanan unggulan lain seperti fixed wireless (Flexi) dan broadband access (Speedy) diproyeksikan tumbuh pada kisaran angka yang cukup tinggi.
Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan proyeksi pencapaian kinerja operasional 2009 yang cuku mengesankan tak lepas dari pertimbangan atas kemampuan internal Telkom yang sesungguhnya. Sebagaimana pencapaian 2009, bisnis legacy seperti layanan telepon kabel, fixed wireless (Flexi) dan seluler diakui Eddy Kurnia masih akan tetap memberikan kontribusi berarti pada pendapatan kotor Telkom (unconsolidated) di tahun 2010. Namun demikian, lanjutnya, tren pertumbuhan pendapatan dari bisnis new wave diperkirakan akan terus berlanjut.
Flexi dan Speedy
Layanan Flexi yang pada tahun 2009 diestimasi mencapai 15,7 juta satuan sambungan (SS) pelanggan dengan market share 56%, diproyeksikan tumbuh menjadi sekitar 17,2 atau 17,5 juta juta SS pada akhir 2010 dengan penambahan bersih (net add) 1,5-1,8 juta SS. Untuk mencapai target tersebut, ujar Eddy Kurnia, Telkom akan berusaha melakukan penambahan alat produksi dengan memperhitungkan ketepatan waktu pengiriman, kualitas, kuantitas dan jangkauan (coverage). Bila proyeksi ini terwujud, maka pangsa pasar Flexi akan menjadi sekitar 57%.
Dari sisi layanan, Flexi akan diperkaya dengan beberapa nilai tambah seperti message list, akses data berbasis waktu (Time-based Pocket Data Network), transfer pulsa, long SMS, background music, Combo Plus, dan lain-lain. Selain program bundling hand set yang terbukti disambut hangat pelanggan, Telkom akan lebih mengoptimalkan layanan data lewat produknya: Flexinet Unlimited.
Pada posisi Triwulan III 2009, pelanggan Flexi tumbuh cukup meyakinkan, yakni mencapai 63%. Atau peningkatan dari hanya 9,2 juta pelanggan pada Triwulan III 2008, menjadi 14,9 juta pada Triwulan III 2009. Peningkatan jumlah pelanggan tersebut, menurut Eddy Kurnia antara lain disebabkan tarif percakapan yang kompetitif dan penambahan BTS (Base Tranceiver Station). Total BTS Flexi hingga saat ini mencapai 5.296 BTS atau tumbuh sebesar 66%.
Dari sisi penetapan harga (pricing), program SurePrice! yang menawarkan tarif hubungan lokal antarpengguna Flexi hanya Rp 49 per menit akan dipertahankan. Sehingga lebih memantapkan positioning Flexi sebagai layanan telepon yang murah dan berkualitas.
Untuk broadband Speedy yang pada posisi akhir 2009 diestimasi mencapai 1,1 juta SS, pada akhir 2010 diproyeksikan bertambah 600 hingga 700 ribu SS menjadi antara 1,7 hingga 1,8 juta SS. Proyeksi yang cukup menantang ini menurut Eddy Kurnia tentunya selain menuntut pengerahan dukungan ketersediaan dan kualitas alat produksi yang optimal, juga mensyaratkan promosi yang gencar dan tepat sasaran.
Dari sisi pemasaran, program pricing Speedy Multi Speed yang menawarkan paket murah koneksi Internet Speedy sesuai dengan kecepatan yang dipilih pelanggan akan dilanjutkan. Pada saat bersamaan, lanjutnya, Telkom terus melakukan kajian seksama tentang perluasan pemasaran bersama untuk meningkatkan nilai (value) layanan kepada pelanggan. Saat ini Speedy telah melakukan pemasaran bersama dengan YesTV dan Telkomsel Flash.
Telepon Kabel
Berbeda dengan proyeksi layanan broadband Speedy dan Flexi, layanan telepon kabel (wireline) di tahun 2010 diproyeksikan tidak akan mengalami pertumbuhan (flat) dari proyeksi 2009, yaitu tetap di angka 8,7 SST.
Untuk meningkatkan penggunaan telepon kabel, khususnya segmen residensial (rumah), pada tahun 2008/2009 Telkom telah menggelar program poin reward “Telepon Rumah Rejeki Tumpah”. Melihat sambutan yang sangat baik dari pelanggan, pada 2010 program poin reward akan diperluas, selain dengan menambah jumlah dan nilai hadiah juga akan mengikutsertakan pelanggan SLI 007 dan Speedy.
“Meskipun saat ini telah terjadi perubahan gaya hidup, di mana masyarakat semakin mobile, pada posisi Triwulan III 2009 layanan fixed line masih memperlihatkan pertumbuhan 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,“ jelas Eddy Kurnia. Namun demikian, Telkom juga mencatat, akibat perubahan gaya hidup tersebut, pendapatan atau ARPU (Average Revenue Per User) dari segmen fixed line mengalami penurunan hingga 19% dari semula Rp 138.000 pada Triwulan III 2008 menjadi Rp 112.000 pada Triwulan III 2009. Saat ini pelanggan fixed line tercatat 8,7 juta SST, sedangkan pada periode yang sama tahun 2008 jumlahnya 8,6 juta.
Sebagai konsekuensi dari tingginya target pencapaian 2010, selain pengerahan dukungan alat produksi, Telkom berencana melakukan berbagai promo dan inovasi layanan. Khusus untuk pelanggan telepon rumah, beberapa waktu lalu Telkom telah menyempurnakan program Telepon Tagihan Tetap. Diharapkan di tahun 2010 program ini akan semakin diminati pelanggan.
Seluler: Tetap “Market Leader”
Di segmen selular, Telkomsel masih kokoh di posisinya sebagai market leader. Pada posisi Triwulan III 2009, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai hampir 80 juta atau tumbuh sebesar 32% jumlah pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Seperti halnya Flexi, pertumbuhan Telkomsel antara lain dipacu oleh luasnya jangkauan (coverage) BTS yang pada posisi Triwulan III 2009 mencapai 29.781 BTS, atau bertambah 19% dibandingkan periode yang sama di tahun 2008.
Penguasaan pasar oleh Telkomsel pada tahun 2009 diproyeksikan cukup mengesankan, yakni menguasai 52% pangsa pasar. “Di tengah serbuan operator baru, kinerja Telkomsel cukup meyakinkan,” ujar Eddy Kurnia. Ia yakin di tahun 2010 Telkomsel akan bertambah sekitar 15-17 juta pelanggan dari estimasi 83 juta di akhir 2009 menjadi 98-100 juta pelanggan. Dengan demikian market share seluler juga diproyeksikan meningkat menjadi 53%.
Sementara itu layanan IPTV (Internet Protocol TV) yang telah sukses diujicoba di beberapa kota besar, diharapkan sudah bisa dinikmati pelanggan pada Triwulan pertama 2010. Portal e-business Mojopia yang disiapkan sebagai portal bisnis pertama di Indonesia diharapkan juga sudah bisa beropersi secara penuh pada awal 2010.
Proyek Mataram-Kupang Cable System yang merupakan bagian dari mega proyek Palapa Ring, telah dimulai pada 30 November 2009 lalu. Mataram-Kupang Cable System merupakan bagian dari proyek pembangunan backbone di KTI yang mencakup Mataram-Kupang, Manado-Sorong, dan Fakfak-Makassar. Proyek Mataram Kupang Cable System merupakan inisiatif Telkom untuk mendukung percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang diharapkan selesai akhir September 2010.
Percepatan pembangunan backbone Mataram Kupang juga didorong oleh perubahan mendasar pada layanan Telkom yang bergeser ke arah TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment). KTI sebagaimana wilayah lain di Indonesia sangat memerlukan layanan TIME untuk lebih memajukan wilayahnya.
Transformasi Bisnis
Tahun 2009 mencatat sejarah penting bagi perjalanan Telkom, terhitung sejak 23 Oktober 2009, Telkom melakukan transformasi secara total. Tidak hanya logo yang berubah, Telkom juga melakukan transformasi di berbagai bidang, baik bisnis, budaya perusahaan hingga transformasi sumber daya manusia.
Bisnis Telkom yang selama ini hanya informasi dan telekomunikasi, sejak 23 Oktober 2009 bertransformasi menjadi TIME. Transformasi tersebut juga telah menciptakan peluang bisnis baru yang diharapkan di masa depan dapat memberikan sumbangan berarti terhadap pendapatan Telkom.
Catatan 2009: Pertumbuhan New Wave Mengesankan
Menyinggung kinerja Telkom Group di tahun 2010 yang belum berakhir, Eddy Kurnia mengaku optimis bisa lebih baik lagi dibanding tahun 2009. Optimisme ini antara lain dipicu oleh Laporan Triwul III 2009 yang menunjukkan performansi keuangan Telkom telah tumbuh mengesankan melampaui kinerja pada periode yang sama di tahun 2008.
Sampai dengan 30 September 2009, pendapatan Telkom naik Rp 2.465 milyar menjadi RP 47,11 triliun atau tumbuh 5,5% dibanding pendapatan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 44,65 triliun, yang sebagian besar berasal kenaikan pendapatan seluler sebesar Rp 2.760 milyar atau 15,1%. Pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika naik sebesar Rp 1.534 milyar atau 14,1%. Di sisi lain, pendapatan telepon tetap dan interkoneksi diakui turun maisng-masing sebesar Rp 1.078 milyar atau 14,5% dan Rp 899 milyar atau 13,5%.
Sebagai dampak dari kenaikan Pendapatan di satu sisi serta Beban Operasi yang juga tercatat naik sebesar Rp1.689 milyar, Laba Usaha Telkom pada posisi sampai dengan 30 September 2009 mengalami kenaikan sebesar Rp 776 milyar atau 4,5% dan EBITDA naik sebesar 8,2%. Sedangkan Laba Bersih mengalami kenaikan sebesar Rp381 milyar atau 4,3%.
Yang sangat menggembirakan, menurut Eddy Kurnia, adalah sinyal kuat yang menunjukkan bahwa strategi bisnis Telkom sudah berada di jalur yang benar. Meningkatnya pendapatan dari bisnis New Wave pada Triwulan III 2009 yang secara relatif (50,1%) jauh melampaui persentase pertumbuhan bisnis legacy yang sebesar 2,6% menunjukkan bahwa strategi Telkom bertransformasi ke bisnis T.I.M.E sudah tepat. Dan, fakta ini rupanya juga memicu membaiknya persepsi pasar terhadap nilai saham Telkom yang pada 6 November 2009 menembus Rp 8.700 per saham dari semula hanya Rp 7.500 per saham pada Juni 2009.
Tahun Prestasi
Tahun 2009 boleh dibilang merupakan tahun prestasi bagi Telkom. Serangkaian penghargaan bergensi telah diterima Telkom terkait dengan berbagai prestasi bisnis dan operasionalnya baik di tingkat nasional maupun internasional. Di tingkat nasional, penghargaan yang diraih antara lain:
§ The Most Sustainable Corporate Image 2009 dalam ajang Indonesia Most Admired Companies (IMAC Award 2009).
§ Penghargaan Best of the Best Service Provider of the Year dalam ajang Frost & Sullivan Indonesia Telecoms Award 2009, serta mendapatkan dua kategori lainnya yaitu Data Communication Service Provider of the Year, dan Broadband Service Provider of the Year.
§ Best of the Best Perusahaan Idaman 2009 versi Majalah Warta Ekonomi.
§ Mobile Service Provider of the Year (Telkomsel)
§ Sebagai Perusahaan Terbaik Pemberdaya Koperasi, Usaha Mikro dan Usaha Kecil Tahun 2009 dari Menteri Koperasi melalui program CSR dan PKBL.
§ Best of the Best E-Company Award 2009 pada ajang Warta E-Company Award 2009.
§ Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2009 kategori Service Provider Wireline/Fixed, Simcard Prabayar, Internet Service Provider Wireless Mobile (Telkomsel Flash).
§ The Best CDMA Operator
§ Best of The Best Perusahaan Idaman 2009; Dirut Telkom terpilih sebagai CEO Idaman.
§ Best of the Best E-Company Award 2009
§ Contact Center TELKOM 147 meraih The Best Contact Center Award pada Indonesia Contact Center Award 2009
§ Perusahaan Sangat Terpercaya dalam kontes Corporate Governance Perceptions Index 2009 dari The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG) dan Majalah SWA,, the Best of Performance Excellence Achievement dari Indonesia Quality Award for BUMN 2006.
§ Meraih Penghargaan Platinum dalam Indonesia CSR Award 2009 dari Menteri Sosial RI.
§ Meraih Sustainability Reporting Award.
Sedangkan di tingkat global, beberapa penghargaan yang telah diraih, antara lain tercatat dalam Urutan 675 Forbes Global 2000; Penghargaan Contact Center Tingkat Asia-Pacific di Singapura; dan Penghargaan Best Managed Company, Best Corporate Governance, Best Investor Relations, Best Corporate Social Responsibility, Most Committed to A Strong Dividend Policy, dari Majalah Finance Asia, Hong Kong.
Eddy Kurnia menyatakan bahwa meskipun prestasi yang dicapai Telkom selama 2009 dianggap mengesankan, namun sesungguhnya kinerja yang lebih baik lagi bisa dicapai di tahun-tahun mendatang. Dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, sistem, portofolio dan coverage layanan, serta fundamental keuangan yang sehat, diharapkan akan semakin memacu Telkom untuk menjadi sebuah operator nasional yang layak dibanggakan Bangsa Indonesia.
Selain faktor internal tersebut Eddy Kurnia menunjuk pentingnya regulasi dan iklim persaingan yang sehat sebagai faktor penting bagi peningkatan kinerja Telkom. Menurutnya, Telkom memandang persaingan sebagai sesuatu yang positif. ”Persaingan, sepanjang dilakukan secara sehat, akan membuat Telkom semakin besar. Faktanya persaingan yang sehat telah membuat Telkom justru semakin unggul,” tandasnya.
Hingga kini Telkom terus menduduki posisi sebagai market leader hampir di semua segmen layanan (wireline, fixed wireless, seluler, komunikasi data). Pada posisi Triwulan III 2009, pelanggan Flexi sudah mendekati 15 juta SS (market share 59%), sedangkan layanan Seluler melalui Telkomsel menguasai lebih dari 52% pangsa pasar dengan jumlah pelanggan mendekati 80 juta SS.
Di segmen broadband, Telkom unggul melalui layanan Speedy (mendekati 1 juta SS) dan Telkomsel Flash (lebih dari 1,3 juta user). Sedangkan di segmen komunikasi data, Telkom menguasai setidaknya 52% revenue share. “Mengacu pada pencapaian 2009 tak ada keraguan bagi Telkom untuk mengarungi tantangan bisnis 2010 dengan prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Eddy Kurnia optimis.
Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :
Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455. Fax. 62-22-4521411
Email : eddy_k@telkom.co.id
Website : www.telkom.co.id
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026