Mataram, 6/1 (ANTARA) - Sebanyak 22 unit komputer yang ada di ruang laboratorium komputer jurusan desain komunikasi visual Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), hilang dicuri.
Kepala SMK Negeri 5 Mataram Tri Budi Ananto saat dikonfirmasi di Mataram, Rabu, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dari pengelola kantin sekolah yang melihat kondisi jendela ruang laboratorium terbuka ketika akan membuka kantin pada Selasa pagi.
"Kami menduga, pencuri beraksi pada Selasa dini hari," ujarnya.
Akibat pencurian tersebut, kata Ananto, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp44 juta. Selain itu para siswa terpaksa tidak bisa praktik mata pelajaran komputer karena tidak ada komputer cadangan.
Ia berharap aparat kepolisian yang menangani perkara itu segera mengusut kasus tersebut, mengingat komputer tersebut bukan hanya bantuan dari pemerintah, tetapi sebagian besar sumbangan dari masyarakat.
"Sebanyak 22 unit komputer milik sekolah tersebut sebagian dibeli menggunakan dana swadaya orang tua murid. Saya sangat berharap aparat dapat mengungkap siapa pelaku pencurian," ujarnya.
Menurut dia SMKN 5 Mataram merupakan sekolah ke delapan di Kota Mataram yang menjadi sasaran pencurian komputer untuk praktikum siswa, namun hingga saat ini belum ada satu pun yang terungkap.
Kapolsek Mataram AKP Arief Yuswanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
"Kami sudah memeriksa empat orang saksi yakni penjaga sekolah, pengelola laboratorium dan dua siswa," katanya.
Ia mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan di lapangan untuk menggali informasi lebih dalam tentang kasus itu, dan diharapkan dalam waktu dekat dapat terungkap.
Modus operandi pencurian komputer di SMKN 5 Mataram sama dengan kasus yang dialami oleh sejumlah sekolah lainnya di Kota Mataram maupun di kabupaten lainnya beberapa waktu lalu, yakni hanya mengambil isi dalam komputer dan menyisakan "casing" CPU komputer.
"Untuk memastikan apakah pelaku pencurian sama dengan pelaku pencurian komputer di sejumlah sekolah di kabupaten lainnya di NTB, kami akan berkoordinasi dengan masing-masing Polres," katanya.
Koordinasi dengan Polres kabupaten/kota lainnya di NTB akan dilakukan untuk mengetahui siapa pelakunya. "Yang jelas kami akan berupaya mengungkap kasus ini," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026