Mataram,(ANTARA) - Pemenang kompetisi antardaerah se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di bidang pelayanan publik tahun 2009, yakni Kota Mataram, Kabupaten Bima dan Lombok Timur, menunggu penghargaaan Citra Bhakti Abdi Negara yang akan diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

   "Pemenang kompetisi antardaerah se-NTB menunggu penghargaan itu karena semula hendak diserahkan Presiden di Istana Negera akhir Desember lalu, namun tertunda tanpa batas waktu yang ditentukan," kata Kepala Biro (Karo) Organisasi Setda NTB Darmaji, di Mataram (22/1) .

   Ia mengatakan hasil penilaian kompetisi antardaerah se-NTB di bidang pelayanan publik dirampungkan tim penilai dan diumumkan saat peringatan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2009.

   Tim penilai kompetisi antardaerah itu terdiri atas unsur Pemerintah Provinsi NTB, kalangan akademik dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta tokoh masyarakat.

   Dalam melaksanakan tugasnya, tim penilai mempedomani Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor 26 Tahun 2006 tentang Pedoman Penilaian Kompetisi Antardaerah.

   Permenpan itu merupakan tindaklanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, yang salah satu diktumnya menginstruksikan Menpan untuk mengeluarkan berbagai kebijakan dan dilaksanakan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.

   Dalam Permenpan Nomor 26 Tahun 2006 itu terdapat 12 komponen kebijakan yang akan dinilai, yaitu kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, peningkatan partisipasi masyarakat, pemberian penghargaan dan penerapan sanksi, dan pembinaan teknis terhadap unit-unit pelayanan publik.

   "Berikutnya korporatisasi unit-unit pelayanan publik, pengembangan manajemen pelayanan, peningkatan profesionalisme pejabat atau pegawai dan penghargaan di bidang peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya.

   Komponen kebijakan lainnya yang akan dinilai adalah pembangunan kemasyarakatan, kebijakan dalam mendorong pembangunan daerah, pengembangnan dan "e-government" serta penerapan ISO 9000 dan 2000.

   Menpan juga mengeluarkan peraturan Nomor 321 tahun 2006 yang mengatur tiga komponen lainnya yang akan dinilai, yaitu mengenai sarana dan prasarana fisik, tanggapan tokoh masyarakat terhadap kepemimpinan walikota/bupati, serta kualitas pelayanan publik di kabupaten/kota.  
Penilaian kompetisi antardaerah sesuai arahan Menpan itu baru pertama di NTB sehingga penilaiannya akan mencakup tahun 2006 hingga 2008.

   Kendati demikian dari belasan indikator atau komponen yang akan dinilai sesuai permenpan itu, setiap daerah provinsi tidak diwajibkan menggunakan semua indikator sehingga perlu dipilih indikator yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan di daerah.

   Ia mengatakan karena itu tim penilai tingkat provinsi menyusun kembali indikator itu sesuai kondisi daerah NTB.

   "Hasilnya Kota Mataram menempati urutan teratas diikuti Kabupaten Bima dan Lombok Timur yang keduanya menempati posisi kedua. Namun, tim pusat terpaksa turun untuk memeriksa kembali kedua daerah yang nilainya sama itu pada 6-9 Oktober 2009," ujarnya.

   Dari hasil tim pusat dalam kompetisi antardaerah se-Indonesia termasuk di NTB, Menpan kemudian menerbitkan keputusan Nomor 365 Tahun 2009 tanggal 9 Desember 2009 tentang peraih penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara Tahun 2009.

   Terdapat 42 kabupaten/kota di Indonesia yang berhak meraih piala  Citra Bhakti Abdi Negara itu, termasuk dua daerah di NTB yakni Kota Mataram dan Kabupaten Bima.

   Sementara 32 kabupaten/kota lainnya di Indonesia berhak atas piagam  Citra Bhakti Abdi Negara termasuk Kabupaten Lombok Timur, NTB.

   "Piala dan piagam itu yang akan diserahkan langsung Presiden akhir Desember lalu, namun tertunda dan hingga kini belum ada pemberitahuan tentang jadwal penyerahan penghargaan itu," ujar Darmaji.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026